Musyawarah; Perspektif al-Qur’an


Sambungan:

Masalah terakhir yang akan dianalisa adalah berkenaan dengan larangan musyawarah dengan perempuan, apakah maksud sebenarnya dari hadis tersebut? Apakah secara mutlak tidak dapat bermusyawarah dengan perempuan? Tidak diragukan lagi, bahwa dampak positif yang dihasilkan dari musyawarah, diantaranya dapat ditemukannya jalan keluar terbaik, kemampuan manusia semakin berkembang, mengokohkan jalinan kerjasama antara sesama dan sebagainya. Al-Qur’an sebagai kitab pedoman bagi umat Islam menekankan untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan sebuah perkara, sebagaimana yang dapat kita simak dalam ayat berikut ini:

“…Sedang urusan mereka (diputuskan) melalui musyawarah…”,

“…Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu…”.               

Kedua ayat di atas bersangkutan dengan perintah musyawarah secara umum, artinya mencakup musyawarah antara laki-laki dengan perempuan ataupun sebaliknya. Dalam kaidah bahasa Arab, ketika suatu ungkapan yang obyeknya adalah laki-laki dan perempuan, maka ia akan menggunakan kata ganti (dzamir) laki-laki (mudzakar). Namun, dalam beberapa ayat dengan jelas memerintahkan musyawarah dengan perempuan seperti yang dapat kita simak dari ayat berikut ini:

“…Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun), dengan kerelaan keduanya dan permusyawarahan maka tidak apa-apa atas keduanya.”

Ayat tersebut sebagai bukti atas anjuran bermusyawarah dengan perempuan dalam urusan keluarga.

Adapun berkenaan dengan politik, kita lihat dalam ayat yang menjelaskan kisah Ratu Balqis ketika bermusyawarah dengan anggota dewan permusyawaratan kerajaan untuk mengambil keputusan dalam rangka menghadapi usulan Nabi Sulaiman as:

“Dia (Balqis) berkata: “Wahai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusan-ku, aku tidak pernah memutuskan sesuatu perkara sebelum kamu berada dalam majlisku”.

Lalu, para dewan permusyawaratan itu mengusulkan untuk mengirim pasukan:

“Mereka menjawab: “Kita adalah orang yang memiliki kekuatan dan juga keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan ada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan”.

Setelah mendengar pendapat para anggota dewannya, Ratu Balqis pun memberikan sebuah usulan:

“Balqis berkata; “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikianlah yang akan mereka perbuat. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan membawa hadiah, dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”.

Berdasarkan ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa pendapat Ratu Balqislah yang benar dan yang dapat menghantarkan untuk mendapat hidayah, sehingga Ratu Balqis berkata:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah Tuhan semesta alam”.

Sirah Para Nabi dalam Bermusyawarah dengan Perempuan

Di sini kita hanya menukil beberapa kisah dari para nabi saja diantaranya:

Kisah putri Nabi Syuaib as. Ketika salah satu putri Nabi Syuaib as mengusulkan untuk memperkerjakan Nabi Musa as, seperti yang dinukil dalam ayat berikut ini:

“Wahai bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

Yang patut diperhatikan dari kisah tersebut ialah, putrid Nabi Syuaib as melontarkan pendapat kepada ayahnya disertai dengan argumen yang logis.

Kisah Sarah, istri Nabi Ibrahim juga menjelaskan bagaimana Islam memandang seorang perempuan, sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Ja’far Shadiq as. Sarah mengusulkan agar Nabi Ibrahim as memohon keturunan kepada Allah dan berkata:

“Wahai Ibrahim, usiamu telah lanjut jika engkau memohon kepada Allah rizki berupa anak yang akan menjadi penyejuk mata kita…lantas Ibrahim memohon kepada Allah agar dianugrahi seorang anak lelaki yang pandai, kemudian Allah mewahyukan kepadanya: “Sesungguhnya aku telah menganugrahkan kepadamu seorang anak lelaki yang pandai”.

Kisah Nabi Muhammad saw beserta Ummu Salamah. Saat itu Rasul bersama para pengikutnya hendaknya menziarahi Ka’bah, tapi karena Mekkah masih dikuasai orang-orang kafir dan mereka tidak memberikan izin kepada Rasul beserta pengikutnya untuk berziarah. Akhirnya terbentuklah sebuah perjanjian damai dimana kaum muslimin harus kembali ke Madinah dan tahun depan mereka baru dapat menzaiarahi Ka’bah. Setelah menandatangani surat perjanjian tersebut, kemudian Rasul memerintahkan pengikutnya untuk menyembelih binatang kurban dan mencukur rambut di tempat tersebut, tapi mereka tidak mendengarkan perintah Rasul. Rasul merasa sedih terhadap pembangkangan yang dilakukan oleh sebagain sahabat beliau, lantas beliau menceritakan perkara tersebut kepada Ummu Salamah. Lalu Ummu Salamah mengusulkan kepada beliau untuk memulainya terlebih dahulu sehingga akhirnya pengikut beliau pun dapat mengikutinya. Rasul melaksanakan apa yang disarankan oleh Ummu Salamah, ketika Rasul berkurban dan mencukur rambutnya lalu para pengikutnya melakukan apa yang telah beliau lakukan.

Dari penjelasan di atas maka ungkapan Iman Ali as yang mengatakan “Jauhilah bermusyawarah dengan perempuan, kecuali dengan perempuan yang dikarenakan mempunyai kesempurnaan akal maka ia telah berpengalaman”, turut menguatkan argumen di atas. Pelarangan musyawarah tersebut lebih dikarenakan situasi kondisi wanita saat itu dan bukan pelarangan yang bersifat substansial atas wanita sebagaimana yang dapat kita ketahui dari hadis terakhir.

Penulis: S2 Jurusan Tafsir al-Quran di Universitas Bintul Huda Qom, Republik Islam-Iran


[1] Kermani, Syarah Bukhari, 1937-1981, Beirut: Daaru al-Ihyai at-Turaatsu al-Arabi, jilid 18, Bab Nikah, hal: 75.

[2] Ray Syahri, Muhamad, Miza al-Hikmah, 1416, Qom: Maktabu al-a’laami al-Islamii, jilid 9, hal: 107.

[3] Bobawaeh, Muhamad (Syeikh Shaduq), Man Laa Yahdzur Faqih, Beirut: Daaru al-Adzwaa, jilid 3, hal: 281, bab 11, hadis ke-6, dan Dar at-Ta’aruf lil Matbu’at, Nahjul-Balaghah wa Mu’jam al-Mufahrast li Alfadzihi, 1990, Beirut, Khutbah ke-80, hal: 63.

[4] Al-Hur al-Amilii, Muhamad bin Husain, Wasa’il as-Syi’ah, 1413 H, Beirut: Daaru-al-Ihyai at-Turotsu al-Arabi, jilid 14, hal: 131, hadis ke-25370.

[5] Echols, jhon dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia, 1986, Jakarta, Gramedia, hal: 382.

[6] Partanto, Pius A. dan al-Barry M Dahlan, Kamus Ilmiah Populer, 1994, Surabaya: Arkola hal:473.

[7] Bobawaeh, Muhamad (Syeikh Shaduq), opcit, jilid 3, hal:281, bab 11, hadis ke-6.

[8] Al-Hur al-Amili, Muhamad bin Husain, opcit, Khitbah ke-80, hal:63.

[9] Khaz Ali, Kubra dkk, Zan, Aql, Iman Masywerat, 1380, Qom: Safir Subh, hal: 231.

[10] Al-Musawi al-Khumaeni, Ruhullah, Tahrirul-Wasilah, 1408 H, Qom: Muaseseye Ismoiliyon, jilid 2, hal: 13.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Doa Ayat dan Zikir

Warisan Budaya Alamiah

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

Genta Rasa

KUATKAN FIKIR, TINGKATKAN ZIKIR

Sweet Talk

Putting the soft in soft science

Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah...

...perjalanan kembali ke kampung akhirat... hajirikhusyuk.wordpress.com

NUR ADZ DZIKRA

LAA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN MUHAMMAD RASULULLAH SYAHIDUL WADUL. AMIN

FAJAR TIMUR

agar pengetahuan tidak membusuk

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Mutiara Hikmah AhlulBait

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Doa Ayat dan Zikir

Warisan Budaya Alamiah

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

Genta Rasa

KUATKAN FIKIR, TINGKATKAN ZIKIR

Sweet Talk

Putting the soft in soft science

Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah...

...perjalanan kembali ke kampung akhirat... hajirikhusyuk.wordpress.com

NUR ADZ DZIKRA

LAA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN MUHAMMAD RASULULLAH SYAHIDUL WADUL. AMIN

FAJAR TIMUR

agar pengetahuan tidak membusuk

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Mutiara Hikmah AhlulBait

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: