Jangan Pertuhankan Nafsu


“Arghh.. bodohnya aku! Kenapa aku ikut nafsu..?”

“Aduh.. aku kalah lagi dengan nafsu..”

“Kenapa aku begini? Teruknya..”

Kerana nafsu diri disalahkan.. begitulah keadaan kita apabila terlanjur melayan kehendak nafsu. Nafsu mengajak, kita melayan. Nafsu memang hebat. Kehendak nafsu walaupun sangat merosakkan tetapi sanggup kita turuti.

Semuanya kerana apa? Kerana nafsu mengajak melakukan sesuatu yang sangat menyeronokkan. Kita suka. Akhirnya, nafsu menjadi musuh yang sangat kita cintai.

Bayangkanlah.. keburukan nafsu seperti banyak makan, banyak tidur, banyak cakap, marah-marah, seronok berhibur, bermegah dengan kecantikan, sombong dengan harta kekayaan, gila pujian, rasuah, melihat aurat orang lain, dan lain-lain adalah sesuatu yang memang menjadi kesukaan manusia. Semuanya ‘best-best’.

Allah ‘Azza Wa Jalla juga ada menyebutkan..
Dijadikan terasa indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” [3 : 14]

Mahu menentang perkara yang kita suka? Huu.. pasti sukar.

Nafsu yang menyeronokkan itu tetap akan ada dalam diri kita walau di mana jua. Apabila nafsu ditentang, diri kita yang terseksa. Menentang nafsu ibarat menentang diri sendiri. Keperitan dan kesakitannya pasti terasa. Maka ramailah dalam kalangan kita yang tidak menentang nafsu malah rela melayannya kerana tidak mahu diri terseksa.

Lalu apa jadi selepas nafsu dituruti?
Kita rasa menyesal atau rasa terhibur?

Kita kesal? Alhamdulillah.. bersyukurlah sekiranya kekesalan itu wujud dalam diri kita. ‘Rasa menyesal’ merupakan bukti bahawa kita masih beriman dan kita masih punya harapan.

Biarlah kekesalan itu mendorong diri kita untuk bertaubat, memohon keampunan daripada Allah atas keterlanjuran kita. Jangan ditangguh-tangguh taubat itu kerana pengampunan Allah tersedia buat hamba-hambaNya yang segera memohon ampun.

Sabda Rasulullah SAW;
“Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia menyempurnakan wuduknya.
Kemudian ia bangun, lalu mendirikan salat dua rakaat, seterusnya memohon keampunan kepada Allah, melainkan Allah mengampunkan baginya.”
[Riwayat Abu Daud dan Tirmizi]

Mengadulah pada Allah akan kelemahan kita dalam melawan kerenah nafsu. Selalulah meminta kekuatan dan petunjuk agar diri kita tidak mudah tergoda oleh pujukan dan rayuan nafsu.

“Apa jadi kalau diri kita tidak rasa menyesal lalu terus hanyut dengan nafsu?”

Adush.. ruginya.. rugi besar..
Malang sungguh keadaan insan yang sedemikian. Sudah melakukan dosa namun tiada rasa penyesalan, itu tandanya kita adalah penderhaka. Langsung tidak rasa bersalah terhadap dosa. Sepertimana yang disebutkan oleh Rasulullah SAW;

“Sesungguhnya orang yang derhaka itu  melihat dosanya bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya.” [Riwayat Bukhari]

Ya, memang benar. Apabila diri kita sanggup menderhaka kepada Allah semata-mata menurut kehendak nafsu, maka dosa akan dianggap sesuatu yang biasa. Lepas buat dosa, dibiarkan diri tanpa taubat. Seolah-olah dosa yang dilakukan itu tidaklah memberi kesan apa-apa melainkan kepuasan yang menyeronokkan. Kata orang ikut nafsu lesu.

Arhh.. apa sudah jadi? Adakah diri kita begitu?

Jangan. Jangan bersikap sebegitu wahai diri. Jangan jadikan nafsu sebagai Tuhanmu. Berhentilah  menurut kehendak nafsumu. Jangan sampai keseronokan dan kelekaan kita melayan nafsu menyebabkan kita rosak. Mata kita jadi buta, tidak dapat melihat kebenaran. Hati kita jadi keras tidak dapat dilembutkan dengan kebenaran. Lalu kita hidup dalam kesesatan.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” [45 : 23]

Jelas sungguh keterangan daripada Allah itu. Maka marilah kita bersama-sama takut kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dan berusaha menjauhkan diri daripada segala pujuk rayu hawa nafsu. Mudah-mudahan Redha dan Syurga-Nya menjadi milik kita. Hayati janji Allah ini;

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya.”
[79 : 40-41]

Sumber

– Artikel iluvislam.com

Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Doa Ayat dan Zikir

Warisan Budaya Alamiah

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

Genta Rasa

KUATKAN FIKIR, TINGKATKAN ZIKIR

Sweet Talk

Putting the soft in soft science

Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah...

...perjalanan kembali ke kampung akhirat... hajirikhusyuk.wordpress.com

NUR ADZ DZIKRA

LAA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN MUHAMMAD RASULULLAH SYAHIDUL WADUL. AMIN

FAJAR TIMUR

agar pengetahuan tidak membusuk

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Mutiara Hikmah AhlulBait

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Doa Ayat dan Zikir

Warisan Budaya Alamiah

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

Genta Rasa

KUATKAN FIKIR, TINGKATKAN ZIKIR

Sweet Talk

Putting the soft in soft science

Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah...

...perjalanan kembali ke kampung akhirat... hajirikhusyuk.wordpress.com

NUR ADZ DZIKRA

LAA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN MUHAMMAD RASULULLAH SYAHIDUL WADUL. AMIN

FAJAR TIMUR

agar pengetahuan tidak membusuk

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Mutiara Hikmah AhlulBait

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: