Pandangan Imam Ali Ke masa yang akan datang


Serangan Hulagu Khan di Baghdad

Allamah Hilli menukil dari ayahnya; Faktor amannya kota Kufah, Hillah, Karbala dan Najaf dari pembantaian dan kerusakan yang dilakukan oleh pasukan Hulagu adalah, ketikan Hulagu dan oasukannya telah sampai di luar kota Baghdad, mayoritas penduduk Hillah lari meninggalkan rumah-rumah mereka menuju padang pasir, karena mereka takut dari kelalimannya. Ayahku dan Sayed Ibnu Thawus serta Ibnu Abil ‘Izz (termasuk orang-orang alim dan jenius) menulis suraat kepada Hulagu Khan Mongolia, menyatakan secara terbuka bahwa mereka menyerah.

Setelah selesai surat dibaca, Hulagu Khan memerintahkan agar menulis surat balasan, yang isinya, Kalau memang benar kalian (beriga) adalah para pemuka kota Hillah dan rakyat patuh pada perintah kalian dan surat itu berasal dari hati kalian yang tulus, maka datanglah menghadapku!

Sesampainya surat balasan itu kepada ayahky, Sayed Ibnu Thawus dan Ibnu Abil ‘Izz, hanya ayahkulah yang bersedia datang kepada Hulagu bersama dua utusannya yang bernama Naklah dan Alauddin yang membawa surat Hulagu. Ayahky mengambil sebuah kitab tentang ramalan-ramalan Amirul Mukminin as dan membawanya pergi untuk menghadap Hulagu. Sesampainya ayahku di hadapan Hulagu, dia bertanya, Bagaimana bisa Anda berani menulis surat dan datang ke sini? Padahal sampai sekarang, aku belum menakhlukkan Baghdad dan khalifah kalian masih berada di kota itu?

Ayahku menjawab, Kedatanganku ke sini atas pengetahuan tentang ramalan Ali bin Abi Thalib as. Ramalan ini pun tertulis di salah satu kitab Anda. Imam Ali as berkata, Zaura, tahukah kamu apakah Zaura itu? Yaitu sebuah kota yang luas, di sana dibangun bangunan-bangunan yang kokoh dan banyak sekali penduduknya. Sebagian khalifah Bani Abbas menjadikan kota itu sebagai pusat pemerintahan mereka dan mereka banyak berbuat kezaliman.

Pada akhirnya, mereka diserang oleh laskar yang sangat kuat. Laskar ini adalah orang-orang bermata sipit. Di wajah mereka seperti terlingkar perisai dan baju-baju mereka dari besi. Mereka adalah anak-anak muda, suara mereka lantang dan mereka memiliki harga diri yang tinggi. Mereka menakhlukkan setiap kota yang mereka lewati dan merobohkan setiap bendera yang berkibar untuk berperang dengan mereka. Akan menjadi bencana besar bgi siapa yang bangkit melawan mereka…

Mendengar ramalan tersebut dan melihat keberanian ayah Allamah Hilli ini, Hulagu Khan pun menulis surat yang isinya, Seandainya aku menakhlukkan Baghdad, maka dengan ramalan Imam Ali, kota Hillah, Kufah, Najaf dan Karbala dan penduduknya akan aman.[1]

Hulagu menyerang kota Baghdad dan membunuh Mu’tashim (Khalifah Abbasiah yang terakhir) secara amat sadis dan membunuh penduduk Baghdad lebih dari 2 juta penduduk. Peristiwa tragis ini terjadi pada tahun 656 H, yang berarti Imam Ali as telah mengungkap peristiwa ini dengan jelas pada 600 tahun yang lalu.

Penyerangan Kota Bashrah Dengan Persenjataan Canggih

Imam Ali as dalam kitab Nahjul Balaghah bercerita kepada Ahnaf bin Qais tentang kehidupan kota Bashrah yang penuh kesengsaraan. Beliau as mengatakan, Hai Ahnaf! Sekan-akan aku melihat dia sedang maju dengan suatu tentara yang tak berdebu dan tak berisik, tak ada pula gemerincing kekang, tiada juga (bunyi) kuda yang mendekat. Mereka memijak-mijak bumi dengan kakinya seakan-akan kaki mereka adalah kaki burung unta.[2]

Sayed Radhi dalam emnukil riwayat ini ketika sampai pada kalimat aqdaamun ni’aam dia mengatakan, Ramalan ini berkenaan dengan Shahibul Zanj(orang Negro). Dalam hemat saya (penulis buku ini), dia adalah orang yang keluar pada tahun 270 H dan menipu anak-anak muda Negro (di Bashrah) dan membunuh secara kejam. Namun ramalan ini tidak berkaitan dengan mereka, terlintas bahwa ramalan beliau berkaitan dengan zaman kita. Sebab, tentara masa sekarang berpindah-pindah dengan mobil dan tank, beda dentgan zaman dahulu dengan berjalan kaki atau naik kuda dan unta. Terutama dalam serangan-serangan perang, kepulan debu-debu (asap-asap) terbang ke langit, sampai matahari tidak terlihat.

Dalam serangan-serangan perang sekarang, diupayakan tak terdengar suaranya, supaya musuh tidak mengetahui pangkalan-pangkalan mereka. Dalam peperangan masa lampau, suara ringkikan kuda terdengar keras dan musuh mengetahui ketika laskar mendekat. Jelas bagaimana yang Imam Ali as ungkap, itu bukan kuda yang meringkik. Sebagaimana yang Imam Ali as kabarkan, roda-roda tank dan mobil meninggalkan sedikit jejak di tanah, yang tak jauh menyerupai kaki burung unta.

Ucapan Imam Ali as berikutnya, Celaka bagi kalian (penduduk Bashrah) yang menghujani jalan-jalan dan menghiasi rumah-rumah yang bersayap seperti sayap rajawali, dan berbelalai seperti belalai gajah. Mereka adalah orang-orang yang apabila terbunuh di antaranya, dia tidak ditangisi. Dan apabila seseorang hilang, dia tidak dicari. Aku membalikkan dunia ini pada wajahnya, hanya menilainya menurut nilainya (yang rendah) dan memandangnya dengan sebelah mata yang patut baginya.

Belakangan ini berulangkali Bashrah diserang dengan persenjataan canggih masa kini.

Ilmu Pengobatan Imam Ali as Tentang Penyakit Kusta

Imam Ali as berkata, Jika besi murni dicelupkan ke dalam air dan diaduk-aduk lalu diminum airnya, akan mengurangi luka-luka kusta. Jika besi itu diusapkan di atas lukanya maka luka itu bisa sembuh. Para ahli medis Jandi Syapur telah mencobanya tetapi mereka tidak melihat hasilnya. Hal ini dikabarkan kepada Imam Ali as, maka beliau as berkata, Kalian tidak menggunakan besi murni, dan itu adanya di Sumanat India.

Di masa itu, para penderita kusta mengusap-usapkan badan mereka ke sebuah tiang yang ada di Sumanat dan mereka pun sembuh. Beberapa abad kemudian, sekarang untuk menemukan besi murni sangat sulit, dan besi murni memiliki banyak keistimewaan. Orang-orang Inggris heran, mengapa besi ini tak bisa berkarat. Akhirnya, mereka mengambil sedikit dari besi itu dan membawanya ke negara mereka, Inggris. Dalam riset, mereka menemukan hasil bahwa besi ini seratus persen murni.

Kaum Brahma pernah ditanya, Dari mana asal besi itu?

Mereka menjawab, Besi ini dari langit dan orang-orang India menganggapnya suci. Hingga pada tahun 1857 M, tiang besi tersebut tetap ada di Sumanat India. Pada tahun itu, orang-orang India melakukan pemberontakan melawan penjajah Inggris yang pada akhirnya dalam kekacauan itu, tiang besi murni yang sarat unsur kimia itu menghilang. Imam Ali as dengan yakin mengatakan bahwa besi murni bermanfaat untuk mengobati penyakit kusta, dan dengan tegas pula bahwa besi murni itu ada di Sumanat India. [O]


[1] Kasyful Yaqin, hal. 80; Safinatul Bihar, juz 3, hal. 533; Almarhum Falsafi, Ayat Kursi, hal. 335.

[2] Nahjul Balaghah, Khotbah ke-128.

Sumber: http://www.balaghah.net/nahj-htm/id/id/bio-imam/main.htm

Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Doa Ayat dan Zikir

Warisan Budaya Alamiah

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

Genta Rasa

KUATKAN FIKIR, TINGKATKAN ZIKIR

Sweet Talk

Putting the soft in soft science

Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah...

...perjalanan kembali ke kampung akhirat... hajirikhusyuk.wordpress.com

NUR ADZ DZIKRA

LAA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN MUHAMMAD RASULULLAH SYAHIDUL WADUL. AMIN

FAJAR TIMUR

agar pengetahuan tidak membusuk

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Mutiara Hikmah AhlulBait

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Doa Ayat dan Zikir

Warisan Budaya Alamiah

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

Genta Rasa

KUATKAN FIKIR, TINGKATKAN ZIKIR

Sweet Talk

Putting the soft in soft science

Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah...

...perjalanan kembali ke kampung akhirat... hajirikhusyuk.wordpress.com

NUR ADZ DZIKRA

LAA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN MUHAMMAD RASULULLAH SYAHIDUL WADUL. AMIN

FAJAR TIMUR

agar pengetahuan tidak membusuk

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Mutiara Hikmah AhlulBait

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: