Cinta Kepada Ahlulbait


Kezaliman dan Pelanggaran (4)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Kezaliman membuat kaki tergelincir, kenikmatan dicabut, dan binasanya umat.”(Syarh Ghurar al-Hikam, jilid ke-2, hal. 36)


Perbuatan Baik (3)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as:”Demi Allah, seandainya aku diberikan daerah kekuasaan yang mencakup tujuh negara dengan semua yang ada di bawah langit agar aku tidak menaati Allah sampai-sampai aku harus merampas sebutir gandum dari seekor semut, maka aku tidak akan melakukannya.”(Nahj al-Balaghah, hal. 347)


Ilmu dan Kebaikan Mempelajarinya (4)Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata:”Jagalah tulisan dan buku kalian sebab kalian akan memerlukannya bila saatnya tiba dengan segera.”(Bihar al-Anwar, jilid 2, hal. 152)


Keutamaan dan Pentingnya Ulama (4)Rasulullah SAW bersabda:”Ya ‘Ali! Jibril berharap menjadi manusia karena tujuh alasan, yaitu: (i) shalat berjamaah; (ii) persahabatan dengan ulama; (iii) mendamaikan dua orang; (iv)memuliakan orang yatim; (v) mengunjungi orang sakit; (vi) menghadiri proses penguburan; (vii) memberi air kepada orang yang berhaji. Oleh karena itu, kehendakilah perkara-perkara ini.”(Al-‘Itsna-‘Asyariyyah, hal. 245)


Sifat-sifat yang Dapat Diterima (2)Imam ash-Shadiq as berkata:”Seorang mukmin dilarang menghadiri sebuah majlis yang tidak mentaati hukum-hukum Allah dan dia tidak berada dalam posisi menghentikannya.”(Ushul al-Kafi, jilid 2, hal. 374)


Melindungi Kehormatan Orang-orang Mukmin (1)Imam al-Baqir as berkata:”Wajib bagi setiap mukmin menyembunyikan kesalahan (dosa -penerj.) bahkan tujuh puluh kesalahan besar saudara mukminnya (untuk menjaga martabatnya).”(Bihar al-Anwar, jilid 74, hal.301)


قال الإمام علي بن أبي طالب (ع):بِأَبِيْ أَنْتَ وَأُمِّيْ لَقَدْ اِنْقَطَعَ بِمَوْتِكَ مَالَمْ يَنْقَطِعْ بِمَوْتِ غَيْرِكَ مِنَ النُّبُوَّةِ وَاْلأَنْبَاءِ وَأَخْبَارِ السَّمَاءِ. خُصَّصْتَ حَتَّى صِرْتَ مُسَلِّيًا عَمَّنْ سِوَاكَ وَعُمِّمْتَ حَتَّى صَارَ النَّاسُ فِيْكَ سَوَاءٌ، وَلَوْلاَ أَنَّكَ أَمَرْتَ بِالصَّبْرِ وَنَهَيْتَ عَنِ الْجَزَعِ َلأَنْفَدْنَا عَلَيْكَ مَاءَ الشُّؤُوْنِ، وَلَكَانَ الدَّاءُ مُمَاطِلاً وَالْكَمِدُ مُحَالِفًا وَقَلاَ لَكَ، وَلَكِنَّهُ مَا لاَ يُمْلَكُ رَدُّهُ وَلاَ يُسْتَطَاعُ دَفْعُهُ. بِأَبِيْ أَنْتَ وَأُمِّيْ اذْكُرْنَا عِنْدَ رَبِّكَ وَاجْعَلْنَا مِنْ بَالِكَ.(نهج البلاغة خ235)Imam Ali bin Abi Thalib as:Semoga ayah dan ibuku mencurahkan hidup mereka bagi Anda. Wahai Rasulullah bersama wafat Anda proses kenabian, wahyu dan risalah surgawi berhenti, yang tidak berhenti pada wafatnya (para nabi) yang lain.Kedudukan Anda dengan kami (para anggota keluarga) demikian khasnya sehingga kesedihan (kami bagi) Anda telah menjadi sumber lipuran (bagi kami) berlawanan dengan kesedihan semua orang lainnya. Kesedihan Anda juga umum sehingga semua muslim ikut mendapat bagiannya secara sama. Apabila Anda tidak memerintahkan untuk bersabar dan mencegah kami histeris dan meratap, maka pasti kami sudah mengeluarkan sewadah air mata dan dengan demikian pun perihnya tak akan mereda dan kesedihan tak akan berakhir, malah akan terlalu sedikit dari kesedihan kami bagi Anda, tetapi (kematian) adalah suatu hal yang tak dapat dibalikkan dan tak mungkin ditolak. Semoga ayah saya dan ibu saya mati untuk Anda, ingatlah kami di sisi Allah dan semoga kami selalu terpelihara.


Pengikut Sejati Ahlulbait dan Sifat-sifat Mereka (3)Dari Abdillah bin Bukair dari Abu Abdullah (Imam ash-Shadiq as) yang berkata: “Sesungguhnya kami mencintai orang-orang yang bijaksana, cerdas, terpelajar, sabar, dapat menahan nafsu, dapat dipercaya, dan setia. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berkenan kepada para Nabi-Nya dengan akhlak yang mulia. Oleh karena itu, barangsiapa memilikinya hendaklah memuji Allah karenanya, dan barangsiapa tidak memilikinya hendaknya menangis kepada Allah Azza wa Jalla dan memintanya.” Jabir dengan merendahkan diri menanyakannya, dan Imam menjawab:”Akhlak-akhlak mulia tersebut adalah: kesalehan (wara’), menerima apa adanya (qana’ah), sabar, mudah bersyukur, bisa menahan nafsu (hilm), kerendahan hati, ramah, berani, bersemangat, suka berbuat baik, berkata yang benar, dan memenuhi amanah.”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 56)


Mengetahui Allah, Keagungan dan Kelembutan-Nya (8)Rasulullah SAW bersabda:”Wahai manusia! Sesungguhnya tidak ada nabi setelahku, dan tidak ada umat setelah kalian (Muslim). Oleh karena itu, sembahlah Tuhan kalian, dirikanlah shalat wajib yang lima, berpuasalah pada bulan yang ditentukan (Ramadhan), berhajilah ke Baitullah (Makkah), bayarkan zakat untuk menyucikan jiwa kalian, dan taatilah para pemimpin (ulil amri) kalian, sehingga kalian masuk ke surga Tuhan kalian.” (Khishal ash-Shaduq, hal. 152)


Ahlulbait as (4) Dalam Ikmal al-Din terdapat sebuah hadits melalui Jabir al-Jufri yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah yang berkata: “Ya Rasulullah kami telah mengetahui Allah dan Rasul-Nya, lalu siapakah ulil amri yang Allah jadikan ketaatan kepada mereka sama dengan ketaatan kepadamu?” Lalu Nabi SAW bersabda: “Wahai Jabir, mereka adalah penerusku dan para pemimpin muslimin. Yang pertama dari mereka adalah ‘Ali bin Abi Thalib, kemudian (Imam) Hasan dan (Imam) Husain, kemudian ‘Ali bin Husain, kemudian Muhammad bin ‘Ali, yang dikenal dalam taurat dengan nama al-Baqir, yang engkau akan jumpai kelak. Wahai jabir! Apabila engkau menjumpainya, sampaikanlah salamku padanya. Setelahnya adalah ash-Shadiq, Ja’far bin Muhammad; kemudian Musa bin Ja’far, kemudian ‘Ali bin Musa, kemudian Muhammad bin ‘Ali, kemudian ‘Ali bin Muhammad, kemudian Hasan bin ‘Ali, setelahnya adalah al-Qa’im yang nama asli dan gelarnya sama denganku. Dia adalah hujjah Allah di bumi dan pengingat hamba-hamba-Nya. Dia anak (Imam) Hasan bin ‘Ali (al-‘Askari). Pribadi inilah yang menyebabkan tangan Allah akan membukakan arah Timur dan Barat dunia dan pribadi ini jugalah yang akan digaibkan dari para pengikut dan pencintanya. karena inilah (kegaiban -penerj) keimamahannya tidak dapat dibuktikan oleh pernyataan siapapun kecuali oleh orang yang keimanannya telah Allah uji.”Jabir berkata: “Aku bertanya padanya: ‘Wahai Rasulullah! Apakah para pengikut (syi’ah)-nya akan mendapatkan manfaat dari kegaibannya?’ Dia menjawab: ‘Ya. Demi Zat yang mengutusku dengan kenabian, mereka akan mencari cahaya dan taat kepadanya pada masa gaibnya sebagaimana manusia mendapat manfaat dari (cahaya) matahari ketika awan menutupnya’ …”(Ikmal al-Din, jilid 1, hal. 253, dengan makna yang hampir sama dalam Yanabi’ al-Mawaddah, hal.117)


Lidah dan Kejahatannya (4)Rasulullah Saw bersabda:”Binasanya seseorang ada dalam tiga (hal): perutnya, syahwatnya, dan lidahnya.”(Waqayi’ al-‘Ayyam, hal 297)


Iman Kepada Allah dan Mendapatkan Ridha-Nya (4)Imam Hasan al-‘Askari as:”Tidak ada kualitas yang lebih tinggi dari kedua hal ini: iman kepada Allah dan memberikan manfaat untuk umat Islam.”(Bihar al-Anwar, jilid 17, hal. 218)


Amar Makruf Nahi Munkar (5)Imam al-Baqir as berkata:”Sesungguhnya amar makruf nahi munkar adalah jalan para nabi dan orang-orang saleh. Amar makruf nahi munkar adalah amalan wajib yang besar yang dapat menghidupkan amalan wajib lainnya, dapat menjaga ajaran-ajaran lain, menghalalkan tawar-menawar, memberantas ketidakadilan, dan dapat memakmurkan dunia…”(Al-Kafi, jilid 5, hal. 56)


Ilmu dan Nilainya (4)Imam al-Baqir as berkata:”Berusahalah mempelajari ilmu sebab mempelajarinya adalah suatu perbuatan yang baik dan menuntutnya adalah ibadah.”(Bihar al-Anwar, jilid 78, hal. 189)


Keutamaan dan Pentingnya Ulama (3)Rasulullah SAW bersabda:”Ya ‘Ali! Jibril berharap menjadi manusia karena tujuh alasan, yaitu: (i) shalat berjamaah; (ii) persahabatan dengan ulama; (iii) mendamaikan dua orang; (iv) memuliakan orang yatim; (v) mengunjungi orang sakit; (vi) menghadiri proses penguburan; (vii) memberi air kepada orang yang berhaji. Oleh karena itu, kehendakilah perkara-perkara ini.”(Al-‘Itsna-‘Asyariyyah, hal. 245)


Amar Makruf Nahi Munkar (13)Imam al-Baqir as:”Allah Azza wa Jalla berfirman pada Nabi Syuaib as: ‘Aku akan mengazab seratus ribu umatmu. Empat puluh ribu orang dari orang-orang jahat dan enam puluh dari orang-orang baik. Syuaib as bertanya: ‘Para penjahat (layak mendapat azab), tapi bagaimana berkenaan dengan orang-orang baik?’ Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman padanya: ‘mereka (orang-orang yang berbuat baik) bergaul dengan orang-orang jahat dan tidak marah karena murka-Ku.'”(Al-Kafi, jilid 5, hal. 56)


Ilmu dan Kebaikan Mempelajarinya (5)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Sesungguhnya, sempurnanya agama adalah menuntut ilmu dan mengamalkannya (dengan sesuai), dan perhatikanlah bahwa menuntut ilmu adalah lebih wajib daripada mencari kekayaan.”(Ushul al-Kafi, jilid 1, hal. 23)


Shalat dan Pengaruhnya (7)Di akhir hayatnya, Imam ash-Shadiq as memanggil saudara-saudara dan para sahabatnya lalu berkata:”Sesungguhnya, syafaat kami tidak akan dicapai oleh orang yang menyepelekan shalat.”(Bihar al-Anwar, jilid 82, hal. 236)


Shalat dan Pengaruhnya (8)Imam Muhammad al-Baqir as:Di hari pembalasan, hal pertama yang akan diminta pertanggungjawaban adalah shalat. Oleh karena itu, jika diterima maka (perbuatan-perbuatan baik) yang lainnya akan diterima juga (jika tidak, perbuatan-perbuatan baik lainnya tidak akan berguna baginya).” (Bihar al-Anwar, jilid 7, hal. 267)


Ilmu dan Nilainya (1)Rasulullah SAW bersabda:”Barangsiapa menyiarkan perkara agama tanpa memiliki kecakapan yang diperlukan maka akan merugikan agama, bukannya memberi manfaat.”(Bihar al-Anwar, jilid 2, hal. 121)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (10)Nabi suci SAW bersabda:”Sesungguhnya manusia sejak zaman Adam sampai sekarang sama seperti gigi sebuah sisir, dan tidak ada keutamaan bagi orang Arab atas non Arab atau bagi bangsa kulit merah atas bangsa kulit hitam kecuali takwanya.”(Mustadrak al-Wasa’il, jilid 12, hal. 89)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (1)Rasulullah SAW:”Hal terpenting yang menyebabkan orang-orang masuk surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.”(Bihar al-Anwar, jilid 71, hal. 373)


Ilmu dan Nilainya (3)Rasulullah SAW bersabda:”Ilmu adalah titipan Allah di bumi dan para ilmuwan adalah wakil-Nya yang berkaitan dengannya (ilmu -penerj.). Oleh karena itu, barangsiapa beramal sesuai dengan ilmunya maka ia telah benar-benar menunaikan titipan-Nya…”(Bihar al-Anwar, jilid 2, hal. 36)


Keutamaan dan Pentingnya Ulama (1)Rasulullah SAW bersabda:”Terdapat dua kelompok umatku, bila mereka baik maka umatku akan baik dan bila mereka jahat maka rusaklah umatku.””Ya Rasulullah, siapakah mereka?” Beliau berkata: “Ulama (fuqaha) dan penguasa (umara).”(Bihar al-Anwar, jilid 2, hal. 49)


Hak-hak Saudara Muslim (4)Imam Amirul Mukminin Ali as berkata:”Semoga Allah merahmati orang yang menghidupkan kebenaran dan memberantas keburukan (kebatilan), atau mematahkan ketidakadilan dan menegakkan keadilan.”(Ghurar al-Hikam, hal 181)


Ilmu dan Keutamaan Mengajarkannya (2)Rasulullah SAW bersabda:”Al-Quran adalah universitasnya Allah. Oleh karena itu, belajarlah sebanyak mungkin di universitas ini.”(Bihar al-Anwar, jilid 92, hal. 19)


Cinta Kepada Ahlulbait (2)Imam ash-Shadiq as berkata:”Barangsiapa tidak dapat melakukan kebaikan kepada Kami (Ahlulbait) maka dia bisa melakukan kebaikan kepada para pengikut kami yang baik. Barangsiapa tidak dapat menziarahi kami, maka dia bisa menziarahi para pengikut kami yang baik. Dengan perbuatan ini akan dicatat baginya pahala mengunjungi (menziarahi) kami.”(Bihar al-Anwar, jilid 74, hal. 354)


Pengikut Sejati Ahlulbait dan Sifat-sifat Mereka (2)Sulaiman bin Mahran berkata bahwa dia mengunjungi Imam ash-Shadiq as ketika beberapa pengikutnya (syi’atihi) sedang berkumpul bersamanya dan dia mendengar bahwa Imam as berkata: “(Jadilah) hiasan bagi kami dan jangan memburukkan kami. Katakanlah kebaikan kepada manusia, lindungilah lidah kalian dan tahanlah dari perkataan yang berlebihan serta buruk.”(Al-Amali, Syaikh Shaduq, hal. 142)


Shalat dan Pengaruhnya (9)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as:”Sekiranya orang yang shalat mengetahui betapa besar ia diliputi rahmat-Nya, niscaya ia tak akan mau mengangkat kepalanya dari (keadaan) sujud.”(Tashnif Ghurar al-Hikam, hal. 175)


Berdusta (1)Anas bin Malik meriwayatkan dari Rasulullah SAW yang berkata:”Terimalah enam perkara dariku, niscaya aku akan menerima (dan menjamin) engkau masuk surga:1. Ketika engkau berbicara, jangan berbohong2. ketika engkau berjanji, janganlah mengingkari3. Ketika engkau dipercaya (oleh orang lain), janganlah berkhianat4. Tundukkanlah pandanganmu (dari berbuat dosa)5. Peliharalah kerendahan hati6. Jagalah tangan dan lidahmu(Khishal Syaikh Shaduq, hal. 321)


Keutamaan dan Pentingnya Ulama (7)Imam ar-Ridha as berkata:”Ingatlah bahwa sesungguhnya seorang ahli hukum agama (faqih) yang sejati adalah orang yang banyak memberi manfaat kepada manusia, menyelamatkan dari musuh-musuh mereka, melipatgandakan karunia surga bagi mereka, dan membuat Allah Ta’ala ridha pada mereka (melalui bimbingannya).”(Bihar al-Anwar, jilid 2, hal. 5)


Doa (8)Imam ash-Shadiq as berkata:”Pada hari Pembalasan, Allah akan menghitung doa orang-orang beriman dengan beberapa amal baik mereka dan oleh karena itu Dia menaikan kedudukan mereka di Surga.”(Bihar al-Anwar, jilid 78, hal. 216)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (8)Abi Usamah berkata bahwa dia telah mendengar Imam ash-Shadiq as berkata: “Hati-hatilah pada (hukuman) Allah, bertakwalah, bersungguh-sungguhlah dalam berbuat kebaikan, katakanlah kebenaran, sampaikanlah amanat dengan jujur, berakhlaklah dengan baik, dan jadilah tetangga yang baik. Undanglah (orang lain) kepada kalian sendiri (dengan melakukan amal-amal yang baik), tidak hanya dengan pembicaraan saja. Jadilah hiasan dan jangan menjadi cacat bagi kami. (Aku wasiatkan pada kalian) untuk memanjangkan ruku dan sujudnya. Sesungguhnya, ketika salah seorang dari kalian memanjangkan ruku dan sujud, setan menangis dari belakang orang tersebut dan berkata: “Aduhai celaka aku! Dia taat aku tidak. Dia bersujud tapi aku menolak.”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 77)


Doa (2)Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata:”Seorang mukmin yang tidak dikabulkan doa-doanya oleh Allah di dunia ini akan berharap bahwa tak satupun dari doa-doanya tersebut diterima ketika dia melihat limpahan pahala di akhirat (yang diberikan kepadanya karena doa-doa yang tidak dikabulkan tersebut dan menjalani penderitaan di dunia ini).”(Ushul al-Kafi, jilid 2, hal. 491)


Mengetahui Allah, Keagungan dan Kelembutan-Nya (3)Imam Muhammad al-Baqir as berkata:”Demi Allah, Dia Yang Maha Tinggi, hanya mengharapkan dua perangai pada diri manusia: yaitu mereka mengakui nikmat dari-Nya sehingga dia menambah karunia-Nya kepada mereka; dan mereka mengakui perbuatan-perbuatan buruknya kemudian dia memaafkan dosa-dosa mereka.”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 426)


Dosa dan Akibatnya (5)Asbagh bin Nabatah telah meriwayatkan dari imam pertama, Amirul Mukminin ‘Ali as yang berkata: “Tatkala Allah Azza wa Jalla murka pada suatu kaum dan tidak menurunkan azab (kepada mereka), maka harga-harga akan naik (mahal), jangka hidup mereka akan memendek, para pedagang mereka tidak memperoleh keuntungan, buah-buahan mereka tidak akan melimpah, sungai kecil mereka tidak akan penuh, hujan akan dihentikan, dan orang-orang jahat akan menguasai mereka.”(Khishal Syaikh ash-Shaduq, jilid 2, hal. 360)


Shalat dan Pengaruhnya (10)Rasulullah SAW:”Lakukan setiap shalat Anda seolah-olah setiap shalat tersebut merupakan shalat terakhir Anda.”(Bihar al-Anwar, jilid 69, hal. 408)


Melindungi Kehormatan Orang-orang Mukmin (5)Imam ash-Shadiq as:”Di antara amal-amal yang sangat dicintai Allah Azza wa Jalla adalah membahagiakan seorang mukmin, misalnya: mengenyangkan rasa laparnya, menghilangkan duka citanya, atau membayar hutangnya.”(Al-Kafi, jilid 2, hal.192)


Taubat (1)Rasulullah Saw bersabda:”Kebanyakan teriakan penghuni neraka adalah akibat penundaan taubat.”(Al-Mahajjat al-Baidha)


Kezaliman dan Pelanggaran (3)Imam al-Baqir as berkata:”Ada tiga jenis kezaliman: kezaliman yang Allah Azza wa Jalla ampuni, kezaliman yang Dia tidak ampuni, dan kezaliman yang tidak diabaikan-Nya. Adapun kezaliman yang tidak diampuni-Nya adalah syirik kepada Allah Azza wa Jalla. Dan kezaliman yang Allah maafkan adalah kezaliman yang seseorang lakukan atas dirinya sendiri di hadapan Allah dan dirinya sendiri. Namun kezaliman yang Allah tidak mengabaikan-Nya adalah kezaliman yang seseorang lakukan atas hak-hak manusia.”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 330)


Shalat dan Pengaruhnya (14)Nabi SAW bersabda:”Orang yang menyepelekan shalatnya bukanlah dari golonganku. Tidak, demi Allah, orang semacam itu tidak akan mencapai haudh, telaga yang melimpah.”(Man La Yahdhuruh al-Faqih, jilid 1, hal. 206)


Amar Makruf Nahi Munkar (11)Amirul Mukminin Ali as:”Amar makruf adalah amalan manusia yang paling utama.”(Mustadrak al-Wasail, jilid 12, hal. 185)


Perhatian pada Akhirat (3)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Tidak boleh ada pekerjaan yang menghalangi kesibukan kalian dalam melakukan kebaikan untuk akhirat kalian, sebab sesungguhnya panjangnya kesempatan sangat pendek sekali.”(Ghurar al-Hikam, hal. 335)


Ilmu dan Kebaikan Mempelajarinya (2)Imam Zainal ‘Abidin as berkata:”Seandainya manusia mengetahui apa-apa yang didapat dalam ilmu, maka mereka akan mengejarnya walaupun mereka mesti berlayar dan mempertaruhkan hidupnya demi ilmu.”(Ushul al-Kafi, jilid 1, hal. 35)


Sifat-sifat yang Dapat Diterima (3)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan meminta mengajarinya sebuah amal yang menyebabkan Allah yang Mahatinggi, dan orang-orang yang mencintainya, kekayaan akan meningkat, badan akan sehat, panjang umur, serta dibangkitkan bersama (nabi). Lalu beliau bersabda: “Inilah enam sifat yang memerlukan enam kualitas: (i) bila engkau ingin Allah mencintaimu, maka takutlah kepada-Nya dan jagalah dirimu dari dosa; (ii) bila engkau ingin orang-orang mencintaimu, maka berbuat baiklah kepada mereka dan tolaklah apa-apa yang ada di tangan mereka; (iii) bila engkau ingin Allah menambah kekayaanmu, maka bayarlah zakatnya; (iv) bila engkau ingin Allah menyehatkan badanmu, maka sering-seringlah bersedekah; (v) bila engkau ingin Allah memperpanjang umurmu, maka hormatilah kerabatmu; (vi) bila engkau ingin Allah membangkitkanmu bersamaku, maka perpanjanglah sujudmu di hadapan Allah yang Mahaesa lagi Mahakuasa.”(Safinat al-Bihar, jilid 1, hal. 599)


Doa (12)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Boleh jadi engkau meminta sesuatu kepada Allah dan dia tidak memberikannya padamu agar (dia dapat) memberimu (sesuatu) yang kualitasnya lebih baik (nanti).” (Ghurar al-Hikam, hal. 185)


Shalat dan Pengaruhnya (1)Abu Bashir berkata bahwa dia mengunjungi Ummi Hamidah (ibunya Musa bin Ja’far as) untuk menyatakan belasungkawa padanya atas wafatnya Ja’far bin Muhammad as. Lalu dia menangis dan dia pun (Abu Bashir) menangis karena tangisannya (ibu Musa bin Ja’far as). Setelah itu, dia, ibu Musa as berkata: “Wahai Aba Muhammad! Seandainya engkau melihat ketika Ja’far bin Muhammad terbaring di tempat tidur kematiannya, maka engkau akan melihat sesuatu yang indah. Dia membuka kedua matanya dan meminta seluruh keluarganya berkumpul tanpa kecuali. Lalu dia (Imam Ja’far as) melihat mereka semua dan berkata: “Sesungguhnya syafaat kami tidak akan diberikan pada orang-orang yang menyepelekan shalat.” (Wasa’il al-Syi’ah, jilid 4, hal. 26)


Menyebarkan Salam (3)Imam ash-Shadiq as berkata bahwa Rasululah saw mengumpulkan anak-anak Abdul Muththalib lalu bersabda: “Wahai anak-anak Abdul Muththalib! Sebarkanlah salam, perhatikan kekerabatan (jalinlah hubungan silaturahmi -penerj), dirikanlah shalat tahajjud selagi orang-orang masih tertidur, berilah makan (orang lain), ucapkanlah perkataan yang baik, niscaya kalian memasuki surga dengan damai.”(Bihar al-Anwar, jilid 69, hal 393)


Ilmu dan Nilainya (6)Imam ash-Shadiq as bersabda:”Hati-hatilah pada ilmu kalian dan lihatlah dari mana kalian mendapatkannya.”(Bihar al-Anwar, jilid 2, hal. 92)


Hak-hak Saudara Muslim (6)Imam Amirul Mukminin Ali as berkata:”Sesungguhnya tiang agama, kesepakatan kaum muslim, dan pertahanan melawan musuh adalah orang kebanyakan di masyarakat. Oleh sebab itu, hendaknya kamu bersandar kepada mereka dan cenderung kepada mereka.”(Nahj al-Balaghah, surat ke-53)


Shalat dan Pengaruhnya (11)Nabi SAW bersabda:”Janganlah kalian menyia-nyiakan shalat kalian, sebab sesungguhnya orang yang menyia-nyiakan shalatnya akan dibangkitkan bersama Qarun dan Haman sehingga Allah berhak memasukkannya ke dalam neraka bersama orang-orang munafik.”(Bihar al-Anwar, jilid 83, hal. 14)


Shalat Tengah Malam (2)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as:”Barangsiapa yang terlalu banyak tidur malam akan kehilangan sesuatu dari amalnya (yaitu shalat malam) yang tidak dapat diperolehnya di siang hari.”(Ghurar al-Hikam, hal. 289)


Iman Kepada Allah dan Mendapatkan Ridha-Nya (3)Imam Ja’far ash-Shadiq:”Orang-orang yang mencintai karena allah, membenci karena Allah, dan menyedekahkan (sesuatu) karena Allah, maka dia termasuk orang-orang yang sempurna imannya.”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 124)


Perbuatan Baik (4)Imam al-Baqir as:”Ada tiga jenis kezhaliman: kezhaliman yang Allah Azza wa Jalla ampuni, kezhaliman yang Dia tidak ampuni, dan kezhaliman yang tidak diabaikan-Nya. Adapun kezhaliman yang tidak diampuni-Nya adalah syirik kepada Allah Azza wa Jalla. Dan kezhaliman yang Allah maafkan adalah kezhaliman yang seseorang lakukan atas dirinya sendiri di hadapan Allah dan dirinya sendiri. Namun kezhaliman yang Allah tidak mengabaikan-Nya adalah kezhaliman yang seseorang lakukan atas hak-hak manusia.”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 330)


Doa (5)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Manfaatkanlah oleh kalian sendiri dalam lima situasi: ketika membaca Al-Quran, ketika adzan shalat, ketika turun hujan, ketika mengikuti perang suci dengan siap mati syahid, ketika seorang yang tertindas berdoa; karena sesungguhnya tidak ada hijab baginya di bawah ‘arsy.”(Bihar al-Anwar, jilid 93, hal. 343)


Doa (1)Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata:”Setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Agung akan terhijab oleh langit kecuali doa tersebut diiringi shalawat atas Nabi dan keturunannya.”(Ulasan: ungkapan ‘shalawat’ [Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad] artinya ‘Ya Allah, berkatilah Muhammad dan keturunannya)(Ushul al-Kafi, jilid 2, hal. 493)


Keutamaan dan Pentingnya Ulama (2)Imam al-Baqir as berkata:”Bila engkau duduk berhadapan dengan seorang guru maka lebih besarkan kepenasaran daripada banyak bicara (sedikitkan bicara -penerj.), dan janganlah memotong kata-kata seseorang.”(Bihar al-Anwar, jilid 1, hal. 222)


Amar Makruf Nahi Munkar (2)Amirul Mukminin Ali as berkata:”Barangsiapa yang tidak mau melarang hal yang munkar dengan hati dan lisannya maka ia adalah mayat yang bergerak di antara orang-orang yang hidup.”(Bihar al-Anwar, jilid 100, hal. 94)


Dosa dan Akibatnya (3)Imam ash-Shadiq as menyapa sekelompok orang dan bertanya mengapa mereka mengecewakan Rasulullah SAW. Seseorang bertanya kepada Imam as bagaimana mereka melakukannya. Beliau menjawab: “Apakah kalian tidak tahu bahwa perbuatan kalian dilaporkan kepadanya? Apabila beliau melihat kalian berdosa kepada Allah maka dia merasa tidak senang. Oleh karena itu, janganlah kalian sakiti Rasulullah tapi senangkanlah dia.”(Ushul al-Kafi, jilid 1, hal. 219)


Ilmu dan Nilainya (2)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Nilai setiap manusia terlihat dalam hasil karyanya.”(Nahj al-Balaghah, Pidato No. 482)


Shalat Tengah Malam (3)Imam ash-Shadiq as berkata bahwa Allah SWT dalam sebuah wahyu berkata pada Musa, anak Imran as: “Wahai putra Imran! Orang-orang yang mengaku bahwa mereka hanya mencintai-Ku adalah para pendusta, sebab ketika malam tiba mereka tidak mempedulikan-Ku.” (Bihar al-Anwar, jilid 13, hal. 329)


Iman Kepada Allah dan Mendapatkan Ridha-Nya (1)Imam Ja’far ash-Shadiq as:”Ayahku berkata kepadaku mengenai ayahnya as bahwa seorang laki-laki dari Kufah menulis (surat -penerj.) kepada ayahnya, yaitu kepada Husain bin ‘Ali as, memintanya mengabarkan kepadanya perihal kebaikan dunia dan akhirat. Lalu, dia menulis (jawabannya): ‘Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.’Amma ba’du. ‘Sesungguhnya barangsiapa mencari keridhaan Allah meskipun diiringi ketidaksenangan manusia, maka Allah memenuhinya dalam urusannya dengan manusia. Tapi, barangsiapa mencari keridhaan manusia diiringi ketidakridhaan  Allah, maka dia menyerahkannya kepada manusia (dan dia akan jauh dari rahmat-Nya). Wassalam.”(Bihar al-Anwar, jilid 71, hal. 208)


Keutamaan dan Pentingnya Ulama (6)Imam Hasan al-Askari, Imam Kesebelas, as berkata:”Ulama para pengikut kami adalah para pengawal kekuatan Islam. Oleh karena itu, barangsiapa dari para pengikut kami mengemban (tugas) ini maka ia lebih utama daripada orang yang berperang di pertempuran melawan Romawi, (sebab orang ini membela agama para pengikut kami).”(Al-Ihtijaj, jilid 2, hal. 155)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (9)Imam ‘Ali bin Husain as berkata:”Ingatlah! Sesungguhnya wali-wali Allah tidak ada rasa takut dan tidak sedih apabila mereka menunaikan kewajiban-kewajiban dari Allah, mengikuti hadits-hadits Rasulullah SAW, menghindari hal-hal yang dilarang Allah, bersikap zuhud pada kekayaan dunia dan kedudukan serta mencintai segala sesuatu di sisi Allah dan berusaha mencari rezeki-Nya dengan cara yang baik, dan tidak ingin menyombongkan diri atau menumpuk-menumpuk kekayaan melainkan menyedekahkan dan mengeluarkan sedekah-sedekah wajib yang telah diperintahkan kepada mereka. Sesungguhnya mereka (wali-wali Allah) yang segala sesuatu yang mereka usahakan diberkati Allah dan akan dibalas atas apapun yang telah mereka persembahkan bagi akhirat mereka.”(Bihar al-Anwar, jilid 69, hal. 277)


Menyebarkan Salam (1)Rasulullah saw bersabda:”Apabila kalian bertemu satu sama lain, maka ucapkanlah salam dan berpelukanlah dan apabila berpisah satu sama lain, maka berpisahlah dengan meminta maaf.”(Bihar al-Anwar, jilid 76, hal 4)


Sifat-sifat yang Dapat Diterima (5)Imam Muhammad bin ‘Ali al-Jawad as berkata:”Seorang mukmin harus mendapatkan tiga perkara ini:Kesuksesan (taufik) yang dianugerahkan oleh Allah, menjadi seorang pengingat bagi dirinya sendiri, dan mendapatkan persetujuan dari orang yang menasihatinya.”(Muntaha al-Amal, hal. 229)


Berdusta (2)Imam Abu Muhammad (Hasan) al-‘Askari as berkata:”Kejahatan tersimpan di dalam sebuah rumah dan kunci (pintu)nya adalah kebohongan.”(Bihar al-Anwar, jilid 72, hal. 263)


Amar Makruf Nahi Munkar (10)Amirul Mukminin Ali as berkata pada Imam Hasan as dan Imam Husain as ketika Ibn Muljam (semoga laknat Allah atasnya) menghantamnya (secara fatal dengan memakai sebilah pedang):”… Allah! Allah! Dalam berjihad (berjuang dalam perang suci), dengan harta, nyawa, dan lisan kalian di jalan Allah…..Janganlah berhenti dalam beramar makruf nahi munkar jika tidak demikian maka kejahatan akan mengalahkan kalian, dan kemudian (kalau seperti itu) apabila kalian berdoa, maka doa kalian tidak akan dikabulkan…”(Nahj al-Balaghah, surat ke-47, hal. 422)


Doa (4)Dari Abu Bashir dan Muhammad bin Muslim dari Abu Abdillah (Ja’far bin Muhammad) yang berkata:”Telah sampai kepadaku dari ayahku dari kakekku dari ayahnya dari Amirul Mukminin ‘Ali as ketika mengajar (beberapa dari) muridnya: “Pintu-pintu langit terbuka pada lima waktu: tatkala turun hujan, tatkala perang suci, tatkala adzan shalat, tatkala membaca Al-Quran dengan terbenamnya matahari, dan tatkala subuh.”(Al-Khisal Syaikh ash-Shaduq, hal. 302)


Dosa dan Akibatnya (2)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Barangsiapa dari kalian ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka perhatikan kedudukannya sekaitan dengan dosa yang dilakukannya kepada Allah. Begitulah kedudukannya di sisi Allah Yang Mahaberkah dan Mahatinggi.”(Bihar al-Anwar, jilid 70, hal. 18)


Perbuatan Baik (2)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as:”Bila seseorang berprasangka baik kepadamu maka abadikan prasangka tersebut.”(Nahj al-Balaghah, hal. 511, Hikmah No. 248)


Ahlulbait as (2)Imam al-Baqir as berkata:”Hadits-hadits kami (Ahlulbait) menghidupkan hati.”(Bihar al-Anwar, jilid 2, hal. 144)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (3)Imam Ja’far ash-Shadiq as ditanya mengenai makna takwa, beliau menjawab:”Ketakwaan adalah Allah tidak kehilanganmu di tempat di mana dia telah memerintahkanmu di sana, dan tidak melihat (mendapatkan) mu di mana Dia telah melarangmu darinya.”(Safinat al-Bihar, jilid 2, hal. 678)


Fitnah dan Mencari-cari Kesalahan (2)Imam al-Kazhim as:”Terlaknatlah orang yang memfitnah saudaranya (saudara Muslim)”(Bihar al-Anwar, jilid 74, hal 232)


Amar Makruf Nahi Munkar (15)Imam ash-Shadiq as:”Celakalah orang-orang yang tidak mendukung agama Allah dengan cara beramar makruf nahi munkar.”(Mustadrak al-Wasail al-Syi’ah, jilid 12, hal. 181)


Dosa dan Akibatnya (4)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Kurang memaafkan adalah aib yang terburuk dan bersegera membalas dendam adalah (termasuk) dosa terbesar (dari semua dosa).”(Ghurar al-Hikam, hal. 235)


Shalat Tengah Malam (1)Rasulullah SAW:”Kemuliaan seorang mukmin terletak pada keterjagaannya pada malam hari dan kekuatannya terletak pada kebebasannya dari orang lain (mandiri -penerj.).”(Bihar al-Anwar, jilid 77, hal. 20)


Sifat-sifat yang Dapat Diterima (6)Imam keempat, ‘Ali bin Husain as, suatu saat pernah ditanya bagaimana dia, sebagai seorang putra Rasulullah, mengawali pagi. Dia menjawab: “Aku mengawali pagi dengan tuntutan empat perkara: Allah Yang Mahatinggi menuntut beberapa kewajibanku; Nabi SAW menuntutku untuk melaksanakan sunnahnya; keluargaku menuntutku dengan memenuhi kebutuhan hidup; hawa nafsu menuntutku dengan memenuhi syahwatku; setan menuntutku (berbuat) dosa; dua malaikat penjaga menuntut beramal baik; malaikat maut menuntut ruhku; kuburan menuntut ragaku. Oleh karena itu, aku dikelilingi perkara-perkara ini.”(Bihar al-Anwar, jilid 76, hal. 15)


قال الإمام علي بن أبي طالب (ع):مُسْتَقَرُّهُ خَيْرُ مُسْتَقَرٍّ، وَمَنْبَتُهُ أَشْرَفُ مَنْبَتٍ،فِى مَعَادِنِ الْكَرَامَةِ، وَمُمَاهَدِ السَّلاَمَةِ،قَدْ صُرِفَتْ نَحْوَهُ أَفْئِدَةُ اْلأَبْرَارِ، وَتُثِيَتْ َإِلَيْهِ أَزْمَةُ اْلأَبْصَارِ،دَفَنَ بِهِ الضَّغَائِنُ، وَأَطْفَا بِهِ الثَّوَائِرَ، أَلِفَ بِهِ إِخْوَانًا،وَفَرَّقَ بِهِ أَقْرَانًا، أَعَزَّ بِهِ الذِّلَّةَ وَأَذَلَّ بِهِ الْعِزَّةَ،كَلاَمُهُ بَيَانٌ وَصَمْتُهُ لِسَانٌ(نهج البلاغة خ 96)Imam Ali bin Abi Thalib as:Tempat kediaman beliau adalah yang terbaik  dari segala tempat, asal beliau yang termulia dari segala asal, di dalam tambang kemuliaan dan buaian keselamatan. Hati-hati orang yang bajik cenderung kepada beliau dan kendali mata telah dipalingkan kepada beliau. Melalui beliau Allah menguburkan saling dengki dan memadamkan api durhaka. Melalui beliau Ia memberikan kepada mereka kasih sayang seperti bersaudara dan memisahkan orang-orang yang dahulu bersama-sama (karena kekafiran).Melalui beliau Ia memuliakan yang hina dan menghinakan yang mulia (kafir). Tutur katanya bimbingan diamnya bermakna.


Menyebarkan Salam (2)Imam Husain bin Ali as berkata:”Tujuh puluh pahala diperuntukkan bagi orang yang mengucapkan salam. Enam puluh sembilan bagi yang memulai dan hanya satu bagi yang menjawab salam tersebut.(Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 120)


Keutamaan dan Pentingnya Ulama (9)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata pada Kumail:”Wahai Kumail! Orang-orang yang menumpuk-numpuk kekayaan adalah orang yang mati walaupun kenyataannya mereka hidup. Sedangkan ulama (yang dianugerahi ilmu) akan kekal selama dunia belum hancur. Tubuh mereka sirna namun gambaran mereka akan tetap ada dalam hati.”(Nahj al-Balaghah, Hikmah No. 147)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (11)Imam ash-Shadiq as berkata:”Sesungguhnya sedikit amal (ibadah) yang diiringi takwa adalah lebih baik ketimbang amal yang banyak yang tidak diiringi ketakwaan.”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 76)


Fitnah dan Mencari-cari Kesalahan (1)Imam Amirul Mukminin Ali as:”Orang yang paling jahat adalah orang yang mencari-cari aib orang lain sementara ia melupakan aibnya sendiri”(Thara’if al-Hikam, hal.176)


Shalat dan Pengaruhnya (2)Rasulullah SAW:”Jagalah shalat, karena pada hari pembalasan tatkala Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi membawa seorang hamba (untuk dimintai pertanggung jawaban), hal pertama yang Dia tanyakan adalah tentang shalat. Bila orang tersebut melaksanakannya dengan lengkap maka ia termasuk orang-orang yang selamat. Jika tidak, maka ia akan dilempar ke neraka.” (Bihar al-Anwar, jilid 82, hal. 202)


Shalat dan Pengaruhnya (6)Imam al-Baqir as:”Ketika seseorang menemui Allah Azza wa Jalla ada sepuluh perkara yang membuatnya masuk surga: (i) mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah; (ii) dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah; (iii) mengakui apa-apa yang telah diturunkan kepada Nabi SAW dari Allah (al-Qur’an); (iv) mendirikan shalat wajib; (v) membayar zakat; (vi) puasa di bulan Ramadhan; (vii) pergi haji ke Baitullah; (viii) berwilayah kepada para wali Allah; (ix) berlepas diri dari musuh-musuh Allah; dan (x) menghindari segala minuman yang beralkohol.” (Khisal ash-Shaduq, hal. 432)


Lidah dan Kejahatannya (1)Rasulullah Saw bersabda:”Derita yang disebabkan oleh lidah lebih buruk ketimbang (yang disebabkan oleh) hantaman sebilah pedang.”(Bihar al-Anwar, jilid 71, hal 286)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (4)Nabi suci SAW:”Malulah kepada Allah sebagaimana engkau menjaga sikapmu di depan orang saleh di antara kamu.”(Mustadrak al-Wasa’il al-Syi’ah, jilid 8, hal. 466, No. 10027)


Sifat-sifat yang Dapat Diterima (4)Imam ar-Ridha as berkata:”Seorang mukmin tidaklah termasuk mukmin yang sejati kecuali jika terdapat tiga perkara: sunnah dari Tuhannya, sunnah dari Nabi-Nya, sunnah Imamnya. Sunnah  dari Tuhannya adalah: menyembunyikan rahasia-rahasianya; oleh sebab itu, Allah yang Mahakuasa lagi Mahaagung berfirman: ‘(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui hal-hal yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun yang gaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya,… [QS. al-jinn (72): 26-27].””Adapun sunnah Nabi-Nya adalah memenuhi kebutuhan manusia, karena sesungguhnya Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaagung memerintah Nabi-Nya untuk memeperlakukan manusia dengan baik dan Dia berfirman: ‘Jadilah pemaaf dan beramar makruflah serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.'”Dan adapun sunnah imamnya adalah (bersiteguh dan) bersabarlah pada hari-hari yang baik dan pada hari-hari susah karena Allah Yang Mahakuasa dan Mahaagung berfirman: ‘Dan (mereka) yang sabar dalam kesempitan dan penderitaan.’ [QS. 2: 177].”(‘Uyun Akhbar ar-Ridha, jilid 1, hal. 256)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (2)Rasulullah SAW berwasiat:”Bila membuat sebuah keputusan maka pikirkanlah akibatnya. Bila baik bagi kemajuan dan perkembanganmu, maka ikutilah namun bila menyesatkan maka tinggalkanlah … “(Bihar al-Anwar, jilid 77, hal. 130)


Shalat Tengah Malam (5)Imam Ja’far ash-Shadiq as:”Rasulullah SAW berkata kepada Jibril untuk menasihatinya. Dia (Jibril) berkata: “Hiduplah sesukamu namun engkau pasti akan mati; cintailah apapun sesukamu namun pasti engkau akan meninggalkannya; beramalah sesukamu namun engkau pasti akan menemuinya (dan menerima pahalanya). Kemuliaan seorang beriman (Muslim) adalah shalat tengah malamnya dan ketinggian budinya terletak pada penjagaan diri dari (menghancurkan) nama baik seseorang.” (Khishal ash-Shaduq, hal. 7)


Amar Makruf Nahi Munkar (1)Rasulullah Saw bersabda:”Tatkala umatku (Muslim) hanya bergantung pada orang lain dalam beramar makruf nahi munkar, sebenarnya mereka menyatakan perang melawan Allah Yang Maha Tinggi”(Bihar al-Anwar, jilid 100, hal. 92)


Taubat (5)Rasulullah Saw bersabda:”Sepanjang sepertiga malam yang terakhir dan pada malam sebelum hari Jumat dari awal (hingga shubuh) Allah mengutus malaikat ke langit dunia untuk menyeru: ‘Apakah ada orang yang berhajat menyampaikan hajatnya sehingga aku menganugerahkan sesuai dengan apa yang diinginkannya? Apakah ada orang yang bertaubat sehingga Aku menerima taubatnya? Apakah ada orang yang minta ampun sehingga Aku memaafkannya.”(Bihar al-Anwar, jilid 3, hal 314)


قال الإمام علي بن أبي طالب (ع):بَعَثَهُ وَالنَّاسُ ضَلاَلٌ فِى حَيْرَةٍ، وَخَاطِبُوْنَ فِى فِتْنَةٍ، قَدِ اسْتَهْوَتْهُمُ اْلأَهْوَاءُ، وَاسْتَزَلَّتْهُمُ الْكِبْرِيَاءُ، وَاسْتَخَفَّتْهُمُ الْجَاهِلِيَّةُ الْجَهْلاَءُ، حَيَارَى فِى زِلْزَالٍ مِنَ اْلأَمْرِ، وَبَلاَءٍ مِنَ الْجَهْلِ. فَبَالَغَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ فِى النَّصِيْحَةِ، وَمَضَى عَلَى الطَّرِيْقَةِ، وَدَعَا إِلَى الْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ(نهج البلاغة خ 95)Imam Ali bin Abi Thalib asAllah mengutus Nabi di saat manusia sedang tersesat dalam kebingungan dan sedang bergerak ke sana-sini dalam kejahatan. Hawa nafsu telah menyelewengkan mereka dan tipu daya telah menyimpangkan mereka. Kejahilan yang amat sangat telah menjadikan mereka menjadi tolol. Mereka dibingungkan oleh ketidakpastian hal-hal dan kejahatan jahiliah. Kemudian Nabi saw berusaha sebaik-baiknya dalam memberikan kepada mereka nasihat yang tulus; beliau sendiri berjalan di jalan yang benar dan mengajak mereka kepada kebijaksanaan dan nasihat yang baik.


Pengikut Sejati Ahlulbait dan Sifat-sifat Mereka (1)Imam Muhammad al-Baqir as berkata pada Jabir:”Cukupkah bagi seseorang menghiasi (dirinya sendiri) sebagai syi’ah (pengikut) dengan semata-mata menyatakan kecintaan pada kami, Ahlulbait? Tidak, demi Allah, tidaklah seseorang termasuk pengikut kami kecuali kalau dia takut kepada Allah dan mentaati-Nya. Wahai Jabir! Para pengikut kami (syi’atuna) tidak dikenal kecuali dengan kerendahan hati (tawadhu); kekhusukan; amanah; banyak mengingat Allah, puasa dan shalat; berbuat baik pada kedua orang tua; mendatangi (menyantuni) orang fakir miskin, orang yang berutang, dan anak yatim (piatu) yang tinggal di dekatnya; mengatakan kebenaran; membaca Al-Quran; menahan lidah kepada manusia kecuali kata-kata yang baik-baik saja; dan dapat dipercaya oleh sanak keluarga dalam segala urusan…”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 74)


Ilmu dan Kebaikan Mempelajarinya (1)Rasulullah SAW bersabda:”Orang yang menuntut ilmu sama dengan orang yang berpuasa sehari penuh dan terus terjaga pada malam hari serta sibuk beribadah. Sesungguhnya sebuah cabang ilmu yang seseorang pelajari adalah lebih baik daripada emas sebesar gunung Abuqubais yang dia infakkan di jalan Allah.”(Bihar al-Anwar, jilid 1, hal. 84)


قال الإمام علي بن أبي طالب (ع):طَبِيْبٌ دَوّاَرٌ بِطِبِّهِ قَدْ اَحْكَمَ مَرَاهِمَهُ، وَأحْمَى مَوَاسِمَهُيَضَعُ ذَلِك حَيْثُ الْحَاجَةِ إِلَيْهِ مِنْ قُلُوْبٍ عَمَى، وَآذَانٍ صَمّ، وَأَلْسِنَةٍ بُكْمٌ، مُتَّبِعٌ بِدَوَائِهِ مَوَاضِعَ الْغَفْلَةِ وَمَوَاطِنَ الْحَيْرَةِ(نهج البلاغة خ 108)Imam Ali bin Abi Thalib as:Nabi adalah ibarat tabib yang berkelana yang telah menyiapkan obat-obatannya dan memanaskan peralatannya. Beliau menggunakannya bilamana timbul keperluan untuk menyembuhkan hati yang buta, telinga yang tuli dan lidah yang kelu. Beliau menelusuri dengan obatnya tempat-tempat kelalaian dan tempat-tempat kebingungan


Hak-hak Saudara Muslim (8)Rasulullah Saw bersabda:”Barangsiapa menyakiti seorang mukmin, sesungguhnya menyakitiku.”(Bihar al-Anwar, jilid 67, hal 72)


Keutamaan dan Pentingnya Ulama (8)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”… Pahala seorang ulama adalah lebih besar daripada pahala orang yang berpuasa di siang hari dan mendirikan shalat sepanjang malam serta berperang dalam perang suci karena Allah. Dan, ketika seorang ulama mangkat, maka akan muncul satu kesenjangan dalam Islam yang tidak dapat diganti kecuali apabila diganti oleh orang yang serupa.”(Bihar al-Anwar, jilid 2, hal. 43)


Dosa dan Akibatnya (6)Imam al-Baqir as berkata bahwa dia mendapatkan dalam buku Amirul Mukminin Ali as bahwa beliau berkata:”Apabila perzinaan muncul (banyak terjadi di masyarakat) maka (jumlah) kematian yang tiba-tiba akan meningkat; dan apabila terdapat penipuan maka Allah akan menjerembabkan mereka pada kerugian dan harga mahal-mahal. Apabila mereka bertindak tidak adil dalam pandangan hukum Allah maka mereka telah membantu ketidakadilan dan agresi penyerangan. Apabila mereka melanggar janji maka Tuhan (Rab) akan menjadikan musuhnya tuan mereka yang mutlak. Apabila mereka memutuskan hubungan dengan keluarga mereka maka harta milik akan diserahkan ke tangan-tangan orang jahat. Dan, apabila mereka tidak melaksanakan amar makruf nahi munkar dan juga tidak mengikuti orang-orang terpilih dari Ahlulbaitku, maka Allah menimpakan orang-orang jahat kepada mereka dan dalam kondisi yang seperti ini doa orang-orang saleh mereka tidak akan dikabulkan.”(Safinat al-Bihar, jilid 2, hal. 630)


Mengetahui Allah, Keagungan dan Kelembutan-Nya (2)Imam Husain bin ‘Ali as berkata:”Sesungguhnya Allah yang Maha Tinggi, tidak menciptakan umat manusia kecuali untuk mengenal dan menyembah-Nya (sebagai konsekuensi mengenal-Nya); dan ketika mereka menyembah-Nya maka mereka tidak akan merasa perlu memuja manusia (benda) mana pun selain Dia karena ibadah tersebut.”(Safinat al-Bihar, jilid 2, hal. 180)


Keutamaan dan Pentingnya Ulama (10)Imam Husain as berkata:”Sesungguhnya jalan bagi urusan Muslimin dan aturan agama ada pada tangan para ulama yang saleh, mereka kepercayaan Allah dalam hal-hal yang halal dan haram…”(Tuhaf al-‘Uqul, hal. 172)


Mengetahui Allah, Keagungan dan Kelembutan-Nya (5)Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata:”Hati adalah rumah Allah. Oleh karena itu, janganlah tinggal di sana kecuali Allah.”(Bihar al-Anwar, jilid 70, hal. 25)


Sifat-sifat yang Dapat Diterima (7)Imam ash-Shadiq as:”Sesungguhnya segala sesuatu takut pada seorang mukmin karena agama Allah menyebabkan dia kuat, dan dia tidak takut pada segala sesuatu karena hal ini merupakan ciri seluruh orang-orang mukmin.”(Bihar al-Anwar, jilid 67, hal. 305)


Melindungi Kehormatan Orang-orang Mukmin (3)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Bentuk pengkhianatan yang terburuk adalah menyebarkan rahasia.”(Mustadrak al-Wasa’il asy-Syi’ah, jilid 12, hal.14155)


Hak-hak Saudara Muslim (7)Imam ash-Shadiq as berkata:”Tidaklah Allah disembah dengan lebih utama ketimbang penunaian hak orang mukmin.”(Al-Kafi, jilid 2, hal 170)


Ahlulbait as (5)Malik bin Anas berkata mengenai keutamaan Imam ash-Shadiq as: “Tak ada mata yang pernah melihatnya, tak ada telinga yang pernah mendengarnya, dan tak ada lintasan hati (jiwa) yang menyatakan bahwa ada orang (di zamannya) yang lebih tinggi daripada (Imam) Ja’far ash-Shadiq as dari segi kebaikan, ilmu, dan ketakwaan.”(Bihar al-Anwar, jilid 47, hal. 28)


Ahlulbait as (1)Rasulullah SAW bersabda:”Permisalan Ahlulbaitku (keturunanku) bagi umatku (para pengikutku) adalah seperti bahtera Nuh. Barangsiapa naik ke atasnya maka selamat dan barangsiapa menolaknya binasa…”(Bihar al-Anwar, jilid 27, hal. 113)


Menyebarkan Salam (4)Imam ash-Shadiq as berkata:”Orang yang memulai salam lebih dicintai Allah dan Rasul-Nya.”(Wasa’il asy-Syi’ah, jilid 12, hal 55)


Berdusta (5)Imam al-Baqir as berkata:”Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menempatkan beberapa kunci pada kejahatan, kunci kejahatan tersebut Dia simpan dalam anggur (minuman keras -penerj.), tetapi kejahatan karena berbohong adalah lebih buruk daripada kejahatan karena anggur.”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 339)


Ilmu dan Nilainya (8)Imam ash-Shadiq as bersabda:”Orang yang mempelajari ilmu dan beramal sesuai dengannya, serta mengajarkannya karena Allah maka akan diagung-agungkan di langit.”(Al-Kafi, jilid 1, hal. 35)


Hak-hak Saudara Muslim (5)Imam ash-Shadiq as berkata:”Empat akhlak para nabi as: kebaikan, pemurah, sabar dalam menghadapi bala’, dan menegakkan hak mukmin.”(Tuhaf al-‘Uqul, hal 277)


Lidah dan Kejahatannya (3)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Berpikirlah sebelum berbicara agar engkau dapat menjaga diri sendiri dari (berbuat) kesalahan.”(Ghurar al-Hikam, hal 228)


Ilmu dan Keutamaan Mengajarkannya (3)Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya, amalan dan kebaikan yang akan terus mencapai seorang yang beriman setelah kematiannya adalah: ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak yang saleh yang dia tinggalkan, dan mushaf suci yang ia wariskan (ditulis dan disediakan).”(Sunan Ibn Majah, jilid 1, hal. 88)


Ilmu dan Keutamaan Mengajarkannya (4)Imam ar-Ridha as [Imam kedelapan] berkata:”Semoga rahmat Allah tercurah pada seorang hamba yang terus menghidupkan ajaran kami.” Kemudian orang yang bertamu pada Imam bertanya tentang cara yang dapat terus menghidupkan ajaran mereka. Beliau menjawab: “Dia (dapat) mempelajari ilmu-ilmu kami dan mengajarkannya kepada manusia. Karena sesungguhnya bila manusia mengetahui (manfaat dan) kebaikan ajaran-ajaran kami, tentu mereka akan mengikuti kami.”(Ma’ani al-Akhbar, hal. 180 dan ‘Uyun Akhbar ar-Ridha, jilid 1, hal. 207)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (5)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as:”Merendahkan matamu akan bermanfaat sebagai penghalang syahwatmu.” (Ghurar al-Hikam, hal. 321)


Perbuatan Baik (1)Rasulullah Saw bersabda:”Mendamaikan dua orang adalah lebih utama ketimbang seluruh shalat dan puasa.”(Bihar al-Anwar, jilid 76, hal. 43)


Shalat dan Pengaruhnya (5)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as:”Bagi orang yang bertakwa, shalat adalah sarana untuk mendekatkan diri pada Allah; dan bagi orang lemah, haji (ke Makkah) adalah sebaik-baiknya jihad (berperang di jalan Allah). Dan bagi segala sesuatu ada zakatnya, dan zakat badan adalah puasa. Jihad bagi wanita adalah berusaha menjadi teman yang menyenangkan suaminya.”(Nahj al-Balaghah, hal. 136)


Doa (9)Imam ash-Shadiq as berkata:”Obatilah sakit kalian dengan sedekah dan tolaklah berbagai macam cobaan dengan doa.”(Al-Tahdzib, jilid 4, hal. 112)


Melindungi Kehormatan Orang-orang Mukmin (4)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Nasihatmu yang baik (bagi orang berperilaku buruk) di hadapan orang-orang adalah dengan menghinanya.”(Ghurar al-Hikam, hal.322)


Ilmu dan Kebaikan Mempelajarinya (7)Rasulullah SAW bersabda:”Keutamaan ilmu lebih dicintai Allah daripada keutamaan beribadah.”(Bihar al-Anwar, jilid 1, hal. 167)


Lidah dan Kejahatannya (2)Rasulullah Saw bersabda:”Diantara semua hal, lidah lebih layak dipenjara lebih lama daripada hal yang lainnya”(Bihar al-Anwar, jilid 71, hal 277)


Amar Makruf Nahi Munkar (3)Rasulullah Saw bersabda:”Mencegah seorang Muslim melakukan sebuah tindakan yang haram di mata Allah sama dengan melakukan tujuh puluh kali haji mabrur.”(Mustadrak Al-Wasail asy-Syiah, jilid 11, hal. 278)


Mengetahui Allah, Keagungan dan Kelembutan-Nya (6)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Terpujilah orang-orang yang mengikhlaskan semua amalan, ilmu, cinta, benci, pencapaian (prestasi), pantangan, bicara, diam, perbuatan, dan perkataannya semata-mata karena Allah semata.”(Bihar al-Anwar, jilid 77, hal. 289)


Keutamaan dan Pentingnya Ulama (5)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Apabila ucapan orang-orang bijak (filosof -penerj.) mengenai sasaran maka ucapan tersebut akan menjadi obat, namun bila salah akan menjadi penyakit.”(Nahj al-Balaghah, Hikmah No. 265)


Kezaliman dan Pelanggaran (1)Rasulullah Saw bersabda:”Pada hari kiamat seorang penyeru akan menyampaikan pengumuman: ‘Di manakah para penindas dan para pembantunya, di manakah orang-orang yang menyiapkan bak tinta untuk mereka atau memasang tas untuk mereka atau memberikan tinta pena (untuk mereka)? Maka kumpulkan (orang-orang) ini bersama mereka!”(Tsawab al-‘Amal, hal. 309)


Cinta Kepada Ahlulbait (4)Imam ash-Shadiq as berkata:”Sesungguhnya terdapat beberapa derajat ibadah kepada Allah, namun mencintai (dan kecenderungan yang baik) kepada kami, Ahlulbait, adalah seutama-utamanya ibadah.”(Bihar al-Anwar, jilid 27, hal. 91)


Perhatian pada Akhirat (4)Rasulullah saw bersabda:”Para sahabat Nabi Isa as bertanya kepadanya (Nabi Isa), ‘Wahai Ruhullah, bersama siapakah kami bergaul?’ Beliau menjawab, ‘Temanilah orang-orang yang kehadirannya mengingatkan kalian kepada Allah. Kata-katanya meningkatkan ilmu kalian dan amalnya mengilhami kalian (untuk mengerjakan kebaikan demi akhirat).'”(Bihar al-Anwar, jilid 1, hal. 203)


Sifat-sifat yang Dapat Diterima (8)Imam ash-Shadiq as:”Sesungguhnya segala sesuatu takut pada seorang mukmin karena agama Allah menyebabkan dia kuat, dan dia tidak takut pada segala sesuatu karena hal ini merupakan ciri seluruh orang-orang mukmin.”(Bihar al-Anwar, jilid 67, hal. 305)


Ahlulbait as (3)Rasulullah SAW bersabda:”Hiasilah majlis-majlis kalian dengan mengingat ‘Ali bin Abi Thalib.” (Yakni: membicarakan keutamaan ‘Ali as).”(Bihar al-anwar, jilid 38, hal. 199)


قَالَ الإِمَامُ جَعْفَر الصَّادِق ( عَلَيْهِ السَّلاَم ) : تَحْتَاجُ الإِخْوَة فِيْمَا بَيْنَهُمْ إِلَى ثَلاَثَةِ أَشْيَاءَ ،  فَإِنِ اسْتَعْمَلُوْهَا وَإِلاَّ تَبَايَنُوْا وَتَبَاغَضُوْا ، وَهِيَ : التَّنَاصُفُ ، وَالتَّرَاحُمُ ، وَنَفْيُ الْحَسَدِ (تحف العقول : 322)     Imam Ja’far Shadiq as: Persaudaraan itu haruslah diikuti oleh tiga perkara: sikap konsekuen, saling menyayangi, dan mebuang jauh-jauh sifat dengki. Ketiadaan tiga perkara tersebut akan mengakibatkan persaudaraan berubah menjadi perpisahan dan permusuhan. (Tuhaf al-‘Uqûl, 322)     قَالَ مُحَمَّد بْنُ زِيَاد الأَزْدِي : سَمِعْتُ مَالِكَ بْنَ أَنَسٍ فَقِيْهَ الْمَدِيْنَةِ يَقُوْلُ :  كُنْتُ أًدْخُلُ إِلَى الصَّادِق جَعْفَرِ ابْنِ مُحَمَّدٍ (ع) فَيُقَدِّمُ لِيْ مِخَدَّةً، وَيُعَرِّفُ لِيْ قَدْرًا وَيَقُوْلُ : يَا مَالِكُ إِنِّيْ اُحِبُّكَ، فَكُنْتُ أُسِرُّ بِذَلِكَ وَأَحْمَدُ اللهَ عَلَيْهِ ، قَالَ : وَكَانَ (ع) رَجُلاً لاَ يَخْلُوْ مِنْ إِحْدَى ثَلاَثِ خِصَالٍ :  إِمَّا صَائِمًا، وَإِمَّا قَائِمًا، وَإِمَّا ذَاكِرًا، وَكَانَ مِنْ عُظَمَاءِ الْعِبَادِ، وَأَكَابِرَ الزُّهَّادِ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ اللهَ عَزَّوَجَلَّ، وَكَانَ كَثِيْرَ الْحَدِيْثِ، طَيِّبَ الْمُجَالَسَةِ، كَثِيْرَ الْفَوَائِدِ فَإِذَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَآلِهِ اخْضَرَّ مَرَّة، وَاصْفَرَّ اُخْرَى حَتَّى يُنْكِرَهُ مَنْ كَانَ يَعْرِفُهُ. (بحار الأنوار – العلامة المجلسي ج 47   ص 16)   Muhammad bin Ziyad al-Azdiy: Saya mendengar Malik bin Anas, ahli fikih Madinah, berkata: Aku mengunjungi rumah Ja’far Shadiq bin Muhammad )as(, segera beliau menyerahkan bantalan (sandaran) bagiku dan mengenalkanku (pada orang lain) dengan kemuliaan dan berkata padaku: “Wahai Malik, aku mencintaimu.” Aku senang mendengarnya dan bersyukur kepada Allah atas hal itu. Beliau adalah seorang yang tidak pernah kosong dari salah satu tiga kondisi: berpuasa, shalat, dan zikir. Beliau adalah salah seorang pembesar hamba Allah, ahli zuhud yang takut kepada Allah Swt, banyak meriwayatkan hadis, sangat ramah dalam majelis dan banyak memberikan kontribusi Jika beliau menyebutkan nama Nabi di saat meriwayatkan hadis, maka berubahlah wajah beliau kadang hijau dan kadang pucat sehingga orang yang disekitarnya tidak lagi mengenalnya. (Bihar al-Anwar, juz 47, hal. 16)   قَالَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ فَقِيْهُ الْمَدِيْنَةِ: وَلَقَدْ حَجَجْتُ مَعَهُ سَنَةً فَلَمَّا اسْتَوَتْ بِهِ رَاحِلَتَهُ عِنْدَ اْلاِحْرَامِ، كَانَ كُلَّمَا هَمَّ بِالتَّلْبِيَةِ انْقَطَعَ الصَّوْتُ فِي حَلْقِهِ، وَكَادَ أَنْ يَخِرَّ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَقُلْتُ: قُلْ يَا ابْنَ رَسُوْلِ اللهِ، وَلاَ بُدَّ لَكَ مِنْ أَنْ تَقُوْلَ، فَقَالَ: يَاابْنَ أَبِيْ عَامِر كَيْفَ أجْسِرُ أَنْ أَقُوْلَ: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، وَأَخْشَى أَنْ يَقُوْلَ عَزَّوَجَلَّ لِيْ: لاَ لَبَّيْكَ وَلاَ سَعْدَيْكَ (بحار الأنوار – العلامة المجلسي ج 47   ص 16)   Imam Malik bin Anas menuturkan: Aku pernah menunaikan ibadah haji bersamanya (Imam Ja’far Shadiq as). Di saat tunggangannya berhenti di tempat beliau harus ihram dan mengucapkan talbiyah, beliau menjadi bisu. Setiap hendak membaca talbiyah terputuslah suara beliau di kerongkongannya & hampir saja tersungkur jatuh dari tunggangannya. Aku berkata kepada beliau, “Wahai putra Rasulullah, Anda harus mengucapkan talbiyah!” Beliau menjawab, “Wahai putra Abu Amir, bagaimana saya bisa berani untuk mengatakan labbayk allahumma labbayk  (ya Allah aku penuhi panggilan-Mu)  sementara aku khawatir Dia Swt menolakku dengan jawaban: Lâ labbayk wa lâ sa’dayk   (Engkau tidak layak memenuhi panggilanku dan tidak ada kebahagiaan untukmu)” (Bihar al-Anwar juz 47, hal. 16)         قَالَ أَبُوْ بَصِيْر:  دَخَلْتُ عَلَى اُمِّ حَمِيْدَة اُعَزِّيْهَا بِأَبِيْ عَبْدِ الله عَلَيْهِ السَّلاَم فَبَكَتْ وَبَكَيْتُ لِبُكَائِهَا ثُمَّ قَالَتْ : يَا أَبَا مُحَمَّد لَوْ رَأَيْتَ أَبَا عَبْدِ الله عَلَيْهِ السَّلاَم عِنْدَ الْمَوْتِ لَرَأَيْتَ عَجَبًا فَتَحَ عَيْنَيْهِ ثُمَّ قَالَ : أَجْمِعُوْا لِيْ كُلَّ مَنْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ قَرَابَةٌ، قَالَتْ : فَلَمْ نَتْرُكْ أَحَدًا إِلاَّ جَمَعْنَاهُ ، فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ ثُمَّ قَالَ : إِنَّ شَفَاعَتَنَا لاَ تُنَالُ مُسْتَخِفًّا بِالصَّلاَةِ (بحار الأنوار – العلامة المجلسي ج 47   ص 2)   Abu Bashir, salah seorang sahabat Imam Ja’far Shadiq as berkata: Saya datang menemui Ummu Hamidah untuk menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan suaminya, Imam Ja’far Shadiq as, maka beliau menangis dan saya pun menangis karena tangisannya, kemudian berkata padaku: “Wahai Abu Muhammad! Andaikan engkau menyaksikan saat-saat terakhir sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya, maka pasti engkau akan terheran-heran. Beliau membuka kedua matanya dan berkata padaku: ‘Kumpulkan semua yang masih ada hubungan kekerabatan denganku!’ Maka tidak ada satupun yang kulewatkan. Setelah semua berkumpul, beliau menatap mereka dan bersabda: ‘ Sungguh syafaat kami tidak akan diterima oleh yang meremehkan salat.’” (Bihar al-Anwar, juz 47, hal. 2)


Doa (11)Imam ash-Shadiq as berkata:”Aku sarankan kalian untuk berdoa karena kalian tidak dapat mendekati Allah dengan cara apapun seperti doa.”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 467)


Melindungi Kehormatan Orang-orang Mukmin (2)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Terimalah permintaan maaf saudara muslimmu dan bila ia tidak memilikinya maka tuntutlah permohonan maaf buatnya.”(Bihar al-Anwar, jilid 74, hal.165)


Shalat Tengah Malam (4)Imam ash-Shadiq as:”Jangan lewatkan shalat malam karena sesungguhnya orang-orang yang merugi adalah orang-orang yang melewatkan (keuntungan) shalat tengah malam.” (Bihar al-anwar, jilid 83, hal. 127)


Dosa dan Akibatnya (8)Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Daud as:”Wahai Daud! Sampaikanlah kabar gembira pada orang-orang yang berdosa tentang rahmat-Ku yang luas, luasnya mencakup segala sesuatu (di dunia nyata ini), agar mereka tidak berputus asa pada rahmat-Ku; dan beri peringatan orang-orang yang beramal baik akan kerasnya azab-Ku agar mereka tidak berbangga akan ketaatannya, sebab kebanggaan menyebabkan kesombongan yang merupakan dosa yang terbesar.”(Itsna Asyariyyah, hal. 59)


Pengikut Sejati Ahlulbait dan Sifat-sifat Mereka (4)Imam al-Baqir as berkata:”… Barangsiapa menaati Allah maka dia adalah pecinta kami, dan barangsiapa bermaksiat kepada Allah maka dia adalah musuh kami (Ahlulbait)…”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 75)


Dosa dan Akibatnya (7)Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Air mata tidak akan kering kecuali bagi hati yang keras, dan hati tidak akan keras kecuali disebabkan dosa yang melimpah.”(Bihar al-Anwar, jilid 70, hal. 55)


Perbuatan Baik (5)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as:”Kezhaliman membuat kaki tergelincir, kenikmatan dicabut, dan binasanya umat.”(Syarh Ghurar al-Hikam, jilid ke-2, hal. 36)


Shalat dan Pengaruhnya (4)Rasulullah SAW:”Tidak datang malam kecuali malaikat maut memanggil orang-orang yang mati di dalam kubur untuk menanyakan hal-hal yang mereka sesali saat mereka melihat dengan jelas (dan mengetahui) hal ini (kehidupan yang akan datang), maka orang-orang mati tersebut akan berkata: ‘Sesungguhnya kami menyesal dan iri pada orang-orang beriman yang berada di masjid-masjid mendirikan shalat, sedangkan kami tidak; mereka membayar zakat, sedangkan kami tidak; mereka puasa selama bulan Ramadhan sedangkan kami tidak; mereka menyedekahkan apa-apa yang mereka miliki yang melebihi keperluan mereka, sedangkan kami tidak;… ” (‘Irsyad al-Qulub, hal. 53)


Ilmu dan Nilainya (5)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as bersabda:”Orang yang menuntut ilmu adalah bagaikan seorang pejuang di jalan Allah.”(Bihar al-Anwar, jilid 1, hal. 179)


Ilmu dan Nilainya (7)Imam ash-Shadiq as berkata:”Berusahalah memperoleh ilmu dan hiasilah ilmu tersebut dengan kesabaran dan kebaikan; dan merendahlah kepada orang yang mempelajari ilmu dari kalian.”(Al-Kafi, jilid 1, hal. 36)


Amar Makruf Nahi Munkar (6)Amirul Mukminin Ali as:”Kekuatan agama disebabkan amar makruf nahi munkar, dan menegakkan hukum-hukum Allah.”(Ghurar al-Hikam, hal. 236)


Ilmu dan Kebaikan Mempelajarinya (6)Imam Hasan as berkata:”Ajarkanlah ilmumu kepada orang lain dan (cobalah) pelajarilah ilmu orang lain oleh diri kamu sendiri.”(Bihar al-Anwar, jilid 78, hal. 111)


Dosa dan Akibatnya (1)Rasulullah SAW bersabda:”Janganlah engkau lihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada siapa engkau berbuat dosa.” (Bihar al-Anwar, jilid 77, hal. 79; Mustadrak al-Wasa’il, jilid 11, hal. 330)


Berdusta (3)Imam as-Sajjad as berkata:”Hindarilah berbohong baik besar ataupun kecil, apakah sungguh-sungguh ataupun berkelakar, karena ketika seseorang berbohong pada (hal-hal) yang kecil, maka dia akan berani berbohong pada (hal-hal) yang besar juga.”(Tuhaf al-‘Uqul hal. 201)


Ilmu dan Keutamaan Mengajarkannya (1)Rasulullah SAW bersabda:”Seseorang yang memiliki ilmu mengenai suatu permasalahan namun menyembunyikannya ketika ia ditanya maka akan dikekang oleh kekangan api neraka.”(Itsna Asyariyyah, hal. 11)


Perhatian pada Akhirat (1)Imam ‘Ali bin Muhammad al-Hadi as, Imam Kesepuluh, berkata:”Ingatlah ketika kematian menjemputmu, jenazahmu terbujur di hadapan anggota keluargamu, pada saat itu tidak ada dokter dan teman yang dapat mencegah kamu (dari kematian).”(Bihar al-Anwar, jilid 78, hal. 370)


Perbuatan Baik (6)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as:”… tak ada sesuatu pun yang lebih berpengaruh pada perubahan karunia Allah atau mempercepat balasan-Nya daripada terus berlangsungnya kezhaliman karena Allah mendengar doa orang yang tertindas dan mengawasi para penindas.”(Nahj al-Balaghah, surat ke-53)


Shalat Tengah Malam (6)Imam Ja’far ash-Shadiq:”Ada tiga hal yang menjadi kemuliaan dan hiasan orang mukmin di dunia dan akhirat, yakni shalat di akhir malam (shalat tahajjud), tidak iri dengki pada apa-apa yang dimiliki orang lain, dan kecintaan (dan berwilayah) kepada imam dari keturunan Muhammad SAW.” (Bihar al-Anwar, jilid 75, hal. 107)


Doa (3)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Amal yang paling dicintai Allah Azza wa Jalla di dunia ini adalah doa dan ibadah terbaik adalah kesucian.” (Bihar al-Anwar, jilid 93, hal. 295)


Amar Makruf Nahi Munkar (14)Amirul Mukminin Ali as:”Perintahkanlah orang lain beramar makruf nahi munkar dan ketahuilah bahwa amar makruf nahi munkar tidak pernah mendekatkan kematian dan juga tidak memutuskan rezeki.”(Wasa’il al-Syi’ah, jilid 16, hal. 120)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (6)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata kepada Imam Hasan dan Husain (salam atas keduanya) ketika Abdurrahman bin Muljam (kutukan Allah atasnya) menghantamnya (secara fatal dengan pedangnya):”Aku berwasiat kepada kalian berdua agar takut kepada Allah dan tidak silau dengan (kesenangan) dunia ini walaupun mungkin ia mengejar kalian. jangan menyesali sesuatupun yang telah menolakmu di dunia ini. Berbicaralah dengan benar dan beramalah (dengan mengharap) pahala. Dan jadilah musuh orang zalim dan penolong orang yang tertindas.”(Nahj al-Balaghah, surat ke-47)


Hak-hak Saudara Muslim (1)Rasulullah Saw bersabda:”Orang yang membuat sedih seorang Muslim yang sejati (mukmin) tidak dapat menggantikannya (perbuatan yang membuat sedih tersebut -penerj.) dengan cara memberinya dunia sepenuhnya karena ia (dunia sepenuhnya -penerj.) bukanlah pengganti yang cukup (kecuali kalau dia bertaubat dan menentramkan orang tersebut).”(Bihar al-Anwar, hal 75, 150)


Hak-hak Saudara Muslim (3)Imam Hasan as berkata:”Perlakukanlah orang lain sesuai dengan cara yang engkau sukai ketika mereka memperlakukan engkau.”(Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 116)


Cinta Kepada Ahlulbait (3)Imam al-Baqir as berkata:”Sarana terbaik yang mendekatkan hamba kepada Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaagung adalah ketaatan kepada Allah, ketaatan kepada Rasul-Nya, dan ketaatan kepada ulil amri (orang-orang yang diserahi kekuasaan (spiritual)).”kemudian, dia as menambahkan: “Kecintaan kepada kami (Ahlulbait) adalah iman dan kebencian kepada kami adalah kekufuran.” (Al-Kafi, jilid 1, hal. 87)


Taubat (4)Rasulullah Saw bersabda kepada ‘Ali bin Abi Thalib as: “Wahai Ali! Berbahagialah orang yang Allah lihat sedang menangisi dosanya padahal tidak ada yang mengetahui kecuali Allah.(Bihar al-Anwar, jilid 74, hal. 301)


Kezaliman dan Pelanggaran (2)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Demi Allah, seandainya aku diberikan daerah kekuasaan yang mencakup tujuh negara dengan semua yang ada di bawah langit agar aku tidak mentaati Allah sampai-sampai aku harus merampas satu butir gandum dari seekor semut, maka aku tidak akan melakukannya.”(Nahj al-Balaghah, hal. 347)


Ilmu dan Kebaikan Mempelajarinya (3)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Ilmu tidak akan mungkin diperoleh ketika tubuh (seseorang) istirahat.”(Ghurar al-Hikam, hal. 348)


Ketakwaan dan Kewajiban Seorang Muslim (7)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as:”Aku berwasiat kepadamu agar bertakwa kepada Allah, wahai anakku, tetap taat pada perintah-Nya, isilah hatimu dengan cara mengingat-Nya dan tetap berharap kepada-Nya. Tidak ada hubungan yang lebih kokoh daripada hubungan kalian dengan Allah bila kalian berpegang teguh kepadanya !”(Nahj al-Balaghah, surat ke-31)


Ahlulbait as (6)Imam Husain as berkata:”Demi jiwaku, tidak ada imam keculai dia mengeluarkan keputusan berdasarkan kitab, menegakkan keadilan, percaya pada agama yang hak, dan menahan diri di atas jalan Allah.”(Al-Irsyad, jilid 204)


Hak-hak Saudara Muslim (2)Imam al-Kazhim as berkata:”Di antara kewajibanmu yang paling wajib atas saudara Muslim adalah tidak menyembunyikan apa-apa yang menguntungkan dia baik di dunia ini ataupun di akhirat.”(Bihar al-Anwar, jilid 2, hal 75)


Doa (7)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Barang siapa diberi empat hal tidak akan dihalangi dari empat hal: ‘Barang siapa yang dibolehkan berdoa tidak dihalangi dari ijabah; barangsiapa dibolehkan bertaubat tidak dihalangi dari diijabahnya; barangsiapa dibolehkan mencari pengampunan tidak dihalangi dari ampunannya; dan barang siapa dibolehkan bersyukur tidak dihalangi dari kebaikan yang lebih banyak.”(Nahj al-Balaghah, Hikamah No. 135)


Perhatian pada Akhirat (2)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as:”Orang yang menjual akhiratnya demi kehidupan saat ini di dunia maka akan mengalami kerugian pada keduanya.”(Ghurar al-Hikam, hal. 274)


Amar Makruf Nahi Munkar (12)Imam ash-Shadiq as:”Seluruh amalan yang baik secara total, termasuk berjuang di Perang Suci di jalan Allah, dibandingkan dengan amar makruf nahi munkar ibarat setitik ludah dibandingkan dengan lautan yang luas.”(Bihar al-Anwar, jilid 100, hal. 89)


Berdusta (4)(Suatu saat Imam Amirul Mukminin Ali as ditanya mengenai jarak antara kebenaran dan kebatilan, maka dia menunjukkan jarak antara mata dan telinganya dengan empat jarinya untuk mengilustrasikan jarak ini sebagai jawabannya), dia berkata: “Apa-apa yang dilihat matamu adalah ‘kebenaran’ dan apa yang didengar telingamu adalah kebanyakannya ‘kebatilan’.”(Bihar al-Anwar, jilid 75, hal. 196)


Taubat (3)Imam Amirul Mukminin Ali as berkata:”Betapa banyak orang menunda-nunda (taubat dan beramal baik) hingga tibalah ajalnya.”(Ghurar al-Hikam, hal. 240)


Hak-hak Saudara Muslim (9)Rasulullah Saw bersabda:”Barangsiapa mengambil harta orang yang beriman dengan cara merampas dan tidak sah, maka Allah akan tetap tidak ridha dan tidak mau menerima amal-amal baiknya yang telah dilakukan; dan tak satupun dari amal-amal tersebut akan dimasukkan ke dalam amal-amal baiknya hingga dia bertaubat dan mengembalikan harta yang dia ambil tersebut kepada pemiliknya.”(Mustadrak al-Wasa’il, jilid 17, hal 89)


Shalat dan Pengaruhnya (13)Imam ash-Shadiq as:”Bila terdapat sungai kecil di rumah seseorang di antara kalian yang dipakai untuk mandi lima kali dalam satu hari, apakah badannya akan tetap terkena kotoran? Sesungguhnya permisalan shalat adalah sama dengan permisalan sungai kecil tersebut. Orang yang mendirikan shalat wajib akan menanggalkan dosa-dosanya, selain dosa yang mengeluarkan dia dari keimanan yang dia percayai.”(Bihar al-Anwar, jilid 82, hal. 236)


قال الإمام علي بن أبي طالب (ع):فَصَدَعَ بِمَا أَمَرَ بِهِ، وَبَلَّغَ رِسَالاَتِ رَبِّهِ فَلَمَّ اللهُ بِهِ الصَّدْعَ وَرَتَقَ بِهِ الْفَتْقَ، وَأَلَّفَ بِهِ ذَوِي اْلأَرْحَامِ بَعْدَ الْعَدَاوَةِ الْوَاغِرَةِ فِى الصُّدُوْرِ، وَالضَّغَائِنِ الْقَادِحَةِ فِى الْقُلُوْبِ(نهج البلاغة خ231)Imam Ali bin Abi Thalib as:Nabi mewujudkan apa saja yang diperintahkannya dan menyampaikan risalah Tuhannya. Akibatnya, Allah memperbaiki melalui beliau yang retak-retak, menggabungkan melalui beliau celah-celahnya dan menciptakan (melalui beliau) kasih sayang di antara kerabat walaupun mereka (dahulunya) membawa permusuhan parah dalam dada (mereka) dan kedengkian yang mendalam pada hati (mereka)


Lidah dan Kejahatannya (5)Imam al-Baqir as berkata:”Tak seorang pun selamat dari dosa kecuali orang yang mengendalikan lidahnya.”(Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 178)


Shalat dan Pengaruhnya (3)Rasulullah SAW:”Pada setiap waktu shalat yang ditentukan, aku mendengar seorang penyeru yang menyeru: ‘Wahai anak Adam, dirikanlah shalat untuk memadamkan api yang kalian nyalakan untuk kalian sendiri (karena dosa-dosa yang dilakukan)’ “(Mustadrak al-Wasa’il, jilid 3, hal. 102)


Berdusta (6)Imam ar-Ridha as berkata:”Bersikap jujurlah dan hindarilah mengatakan kebohongan.”(Bihar al-Anwar, jilid 78, hal. 347)


Doa (10)Imam ash-Shadiq as berkata:”Sampaikanlah (kepada Allah) keperluanmu dan memohonlah dengan penuh harapan karena Allah menyenangi hamba-hamba-Nya yang mukmin yang berharap.”(Wasa’il al-Syi’ah, jilid 7, hal. 60)


Amar Makruf Nahi Munkar (7)Rasulullah Saw bersabda:”Barangsiapa melihat perbuatan yang buruk (kemungkaran) maka harus melarangnya dengan perbuatannya, tentu bila mampu; dan bila tidak mampu, maka harus melakukannya dengan lidahnya, tetapi bila tidak mampu juga maka hendaknya dia melarang dengan hatinya.”(Wasail asy-Syiah, jilid 16, hal. 135)


Kezaliman dan Pelanggaran (5)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”… Tak ada sesuatu pun yang lebih berpengaruh pada perubahan karunia Allah atau mempercepat balasan-Nya daripada terus berlangsungnya kezaliman karena Allah mendengar doa orang yang tertindas dan mengawasi para penindas.”(Nahj al-Balaghah, surat ke-53)


Sifat-sifat yang Dapat Diterima (1)Rasulullah SAW bersabda:”Maukah kalian kuberitahu mengenai (sifat) seorang mukmin? Seorang mukmin adalah seseorang yang membuat orang lainnya percaya dengan jiwa dan harta mereka. Maukah kalian kuberitahu mengenai (sifat) seorang muslim? Seorang muslim adalah seorang yang tangan dan lidahnya tidak membuat celaka orang muslim lainnya…. Adalah tidak sah (haram) bagi seorang mukmin menzalimi orang mukmin lainnya, atau meninggalkannya dalam keadaan susah, atau mengumpatnya, atau tiba-tiba menolaknya.”(Al-Kafi, jilid 2, hal. 235)


Mengetahui Allah, Keagungan dan Kelembutan-Nya (7)Imam Amirul Mukminin ‘Ali as berkata:”Keagungan Sang Pencipta dalam benakmu akan menyadarkan kamu akan ketidakbermaknaan makhluk-makhluk dalam pandanganmu.”(Nahj al-Balaghah, Hikmah No. 29)


Amar Makruf Nahi Munkar (4)Amirul Mukminin Ali as:”Perintahlah orang lain melakukan kebaikan, maka engkau akan termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan. Laranglah orang lain berbuat jahat dengan tindakan dan perkataanmu, dan menjauhlah sebisa mungkin dari orang yang melakukannya. Berjuanglah demi Allah dan demi hak-Nya; dan cercaan si pencerca tidak boleh menghalangimu dari jalan Allah. Hadapilah kesengsaraan demi kebaikan di manapun berada.”(Nahj al-Balaghah, Surat ke-31, hal. 392)


Taubat (2)Imam al-Baqir as berkata:”Orang yang bertaubat dari dosanya sama dengan orang yang tidak memiliki (beban) dosa.”(Wasa’il asy-Syi’ah, jilid 16, hal. 74)


Doa (6)Imam Husain as berkata:”Ya Allah! Engkau adalah yang terdekat bagi orang-orang yang berdoa, tercepat ijabah-Nya, terbaik anugrah-Nya; Yang terluas pemberian-Nya dan engkau Pendengar terbaik atas apa-apa yang kalian pinta. Aku berdoa kepada-Mu, Wahai Yang Maha Pengasih di dunia dan akhirat dan Penyayang di keduanya!” (Doa ‘Arafah)


Amar Makruf Nahi Munkar (8)Rasulullah Saw bersabda:”Barangsiapa yang beramar makruf nahi munkar maka ia adalah khalifah Allah dan Rasul-Nya di bumi.”(Mustadrak al-Wasail, jilid 12, hal. 178)


Amar Makruf Nahi Munkar (9)Rasulullah Saw bersabda:”Selama umatku menegakkan amar makruf nahi munkar dan bekerja sama dalam kebaikan, maka mereka akan hidup berbahagia dan sejahtera. Namun apabila mereka tidak melakukannya, maka rahmat Allah akan dicabut dari mereka.”(Al-Tahdzib, jilid 6, hal. 181)


Ilmu dan Nilainya (9)Rasulullah SAW bersabda:”Kebaikan dunia ini dan akhirat adalah dengan ilmu.”(Bihar al-Anwar, jilid 1, hal. 204)


Mengetahui Allah, Keagungan dan Kelembutan-Nya (4)Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata:”Pengikut kami (syi’atuna) yang sejati adalah orang-orang yang ketika mereka sendirian, mereka banyak mengingat Allah.”(Bihar al-Anwar, jilid 93, hal. 162)


Shalat dan Pengaruhnya (12)Nabi SAW bersabda:”Satu kali shalat wajib di sisi Allah sama dengan seribu haji dan seribu umrah (pergi berziarah ke ka’bah dengan ikhlas) yang benar dan diterima.”(Bihar al-Anwar, jilid 99, hal. 14)


Iman Kepada Allah dan Mendapatkan Ridha-Nya (2)Imam ‘Ali bin Husain as berkata:”Barang siapa beramal sesuai dengan perintah Allah maka ia termasuk orang-orang yang terbaik.” (Al-Kafi, jilid 2, hal. 81)


Cinta Kepada Ahlulbait (1)Rasullulah SAW bersabda:”Ajarkanlah anak-anak kalian tiga hal: mencintai Nabi kalian, mencintai keturunannya, yaitu Ahlulbait, dan membaca al-Quran.”(Al-Jami’ al-Shagir, jilid 1, hal. 14)408847_390646767617723_1797391915_n


Categories: Uncategorized | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Doa Ayat dan Zikir

Warisan Budaya Alamiah

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

Genta Rasa

KUATKAN FIKIR, TINGKATKAN ZIKIR

Sweet Talk

Putting the soft in soft science

Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah...

...perjalanan kembali ke kampung akhirat... hajirikhusyuk.wordpress.com

NUR ADZ DZIKRA

LAA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN MUHAMMAD RASULULLAH SYAHIDUL WADUL. AMIN

FAJAR TIMUR

agar pengetahuan tidak membusuk

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Mutiara Hikmah AhlulBait

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Doa Ayat dan Zikir

Warisan Budaya Alamiah

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

Genta Rasa

KUATKAN FIKIR, TINGKATKAN ZIKIR

Sweet Talk

Putting the soft in soft science

Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah...

...perjalanan kembali ke kampung akhirat... hajirikhusyuk.wordpress.com

NUR ADZ DZIKRA

LAA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN MUHAMMAD RASULULLAH SYAHIDUL WADUL. AMIN

FAJAR TIMUR

agar pengetahuan tidak membusuk

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Mutiara Hikmah AhlulBait

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: