Belajar Hidup Sehat Ala Nabi Muhammad saw Seumur Hidup, Nabi Hanya Satu Kali Sakit


Guru Besar Sejarah Universitas Kashan, Iran, Dr Syekh Abdul Rasoul Ghaffari bersama Sayyid Faisal Djindan (penterjemah buku-buku berbahasa Arab), di Gedung Pusat Pelatihan UIN Alauddin.

Muhammad saw tidak saja dikenal sebagai seorang Nabi dan Rasul yang paripurna dalam moral dan spiritual. Nabi saw juga diketahui memiliki tubuh yang super sehat. Seumur hidupnya, Nabi saw hanya satu kali menderita sakit. Bagaimana Nabi saw menjaga kesehatannya?

Laporan: Akbar Hamdan,- Gowa Kebanyakan dari kita hanya berkutat pada misi Nabi, yaitu menyampaikan perintah dan larangan Allah swt kepada umat manusia. Padahal lebih dari itu, Rasulullah saw sesungguhnya mewariskan sangat banyak ilmu yang bermanfaat. Salah satunya, ilmu kesehatan. 

Guru Besar Sejarah Universitas Kashan, Iran, Dr Syekh Abdul Rasoul Ghaffari mengatakan, sebelum ilmu kesehatan atau kedokteran berkembang, Nabi Muhammad saw sudah mengajarkan tata cara menjaga tubuh dari serangan berbagai penyakit. Kelak, tata cara yang diajarkan Nabi Muhammad saw itu diakui oleh dunia kedokteran.

“Di zamannya, Nabi saw telah mengajarkan kepada keluarga dan sahabatnya bagaimana hidup sehat. Dari banyak sejarah tentang beliau saw, hidup sehat itu harus dimulai dari pola makan,” kata Dr Ghaffari, sebagaimana diterjemahkan Sayyid Faisal Djindan kepada FAJAR, di Gedung Pusat Pelatihan UIN Alauddin, Makassar, Minggu 5 Agustus.

Ulama kelahiran Najaf, Irak, 56 tahun lalu itu menjelaskan, banyak hadist Nabi Muhammad saw yang berbicara tentang pola makan. Salah satunya yang diriwayatkan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, “Perut itu rumah (sumber) penyakit. Dan obatnya adalah pencegahan”

Perut yang dimaksud oleh Nabi saw adalah lambung. Dalam dunia kedokteran, lanjutnya, lambung memiliki lebih 35 juta kelenjar di mana setiap kelenjar memiliki fungsi yang saling berkaitan. Kelenjar ini ada yang berfungsi menghancurkan makanan, mengubahnya menjadi zat-zat yang diperlukan tubuh, dan mengantarnya kepada sel-sel tubuh.

Jika satu saja kelenjar tersebut bermasalah, maka akan mengganggu jaringan kelenjar lainnya. Dan itu akan membuat tubuh mengalami gangguan kesehatan.

“Untuk menghindari masalah lambung itu, Nabi saw mengajarkan idealnya apa yang kita makan? Kapan kita makan? Berapa banyak yang kita makan? Dan, bagaimana kita berhenti makan?” tambah guru besar yang juga mengajar di sejumlah universitas di Suriah, Irak, Libanon, dan India ini.

Hadist Nabi saw yang populer mengenai perut adalah, “Kami tidak makan kecuali kami lapar dan berhenti sebelum kenyang.” Dalam redaksi lain, Nabi pernah bersabda kepada Ali, “Pergilah makan di saat engkau lapar. Dan tinggalkan makanan itu di saat engkau masih menginginkannya.”

Penulis limapuluhan buku yang dijadikan standar sejumlah universitas itu menuturkan, kedua hadist tersebut memberitahukan kepada kita agar memulai makan berdasarkan sinyal yang datang dari tubuh, yaitu rasa lapar. Dengan pola makan seperti itu, maka makanan yang masuk dalam tubuh tidak akan pernah berlebihan.

Dalam penelitian, makanan atau minuman mengandung aneka zat yang diperlukan oleh tubuh, seperti kalori dan vitamin. Jika makanan itu masuk dalam jumlah yang tidak berlebihan, maka tubuh akan mendapatkan manfaatnya. Tetapi jika berlebihan, tubuh justru akan mendapatkan masalah.

Ghaffari mencontohkan, respons tubuh akan berbeda saat menerima tiga buah kurma dan sepuluh buah kurma. Di dalam setiap buah kurma mengandung kalori. Untuk membakar kalori menjadi energi, diperlukan pergerakan anggota tubuh. “Ibaratnya jika kalori dari tiga kurma dibakar dengan cara berjalan, maka kalori dari sepuluh kurma harus dibakar dengan cara berlari. Cara seperti ini adalah suatu yang logis untuk membakar kalori,” katanya.

Selain itu, Nabi saw mengajarkan agar tidak banyak makan ketika malam. Ternyata berdasarkan penelitian, cuaca pada malam hari relatif lebih lembut. Aktivitas manusia juga lebih sedikit dibandingkan siang hari. Karena itu, tubuh manusia akan lebih lamban dalam menangani zat-zat yang masuk melalui makanan.

Selanjutnya, Nabi Muhammad saw banyak berpesan tentang adab makan agar kesehatan tetap terjaga. Syekh Ghaffari menguraikan adab tersebut. Pertama-tama, makan dalam keadaan bersih, setidaknya, tangan harus sudah dicuci bersih. Makanan agar jangan terlalu panas. Selanjutnya membaca basmalah. Kemudian memakan sedikit garam. Makan dengan tangan kanan dan jangan menyuap makanan dalam jumlah yang banyak ke dalam mulut. Melainkan sedikit demi sedikit dimasukkan ke dalam mulut.

Selanjutnya, harus mengunyah makanan sampai halus, jangan minum di tengah-tengah makan, duduk yang lama, mengambil makanan yang lebih dekat, jangan menatap mata, dan disunnahkan setiap kali suapan, dalam pikiran kita mengucapkan rasa syukur atas rezeki dari Allah swt.

Adab makan lainnya adalah menggunakan jari dan sebisa mungkin tidak menggunakan sendok atau garpu kecuali makanan yang mengharuskan untuk itu. Nabi juga menganjurkan melengkapi makanan dengan sayur mayur. Sebelum minum, hendaknya makan sedikit garam lagi. Selesai makan, mengelus perut dari atas ke bawah. Jika ada sisa makan pada jari, dianjurkan untuk dijilat. Dan terakhir, mencuci tangan.

Misteri Garam – Dr Ghaffari menjelaskan, kebiasaan Nabi saw memakan sedikit garam sebelum maupun sesudah makan ternyata membawa manfaat. Dari hasil penelitian, garam yang dimakan pada permulaan itu merangsang lambung memproduksi enzim. Hal yang sama juga terjadi ketika menjilat sisa-sisa makanan yang terdapat pada jari.

“Di saat kita makan, ada enzim yang keluar dari jari-jari. Enzim itu tidak bisa kita lihat dengan kasat mata. Adapun memakan sedikit garam setelah makan, akan merangsang agar lambung menghentikan produksi enzim,” katanya.

Rasulullah saw juga mengajarkan kita agar tidak makan di tempat yang bisa jadi sasaran mata banyak orang. Di Jerman pernah ada penelitian, pandangan orang mampu mengantarkan radiasi dengan gelombang dan muatan tertentu. Yang berbahaya, jika radiasi tersebut bermuatan negatif dan mengenai makanan.

Dr Ghaffari mengatakan, Alquran sudah mengingatkan bahaya radiasi dari pandangan mata, yaitu pada Surah Al Falaq. “Dari kejahatan (pandangan) kedengkian dari orang-orang yang Hasud (iri hati),” Bisa saja, radiasi dari pandangan mata itu berakibat buruk pada makanan yang terhidang.

Di kesempatan lain, Rasulullah juga melarang sahabatnya meminum segelas sekaligus ketika baru saja terpapar panas matahari di luar rumah. Melainkan harus seteguk demi seteguk. Ternyata, dunia kedokteran mengkonfirmasi bahwa minum segelas sekaligus usai terpapar panas matahari dapat merusak jaringan mata.

Pengobatan Spiritual –Untuk mendapatkan kesehatan yang prima seperti Rasulullah saw, selain menjaga tubuh dari makan yang berlebihan, yang patut diperhatikan juga adalah memberikan makanan kepada ruh. Tentu saja, kata Dr Ghaffari, zikir dan doa-doa adalah makanan terbaik bagi ruh.

Bahkan di saat makan pun, pikiran sebaiknya diarahkan untuk berzikir. Jika perlu, dalam hati memuji Allah swt untuk setiap suapan. Dengan demikian, tubuh mendapatkan makanan, ruh juga mendapatkan makanannya.

Sebagai seorang Nabi, Muhammad saw tentu mendapatkan petunjuk bagaimana cara hidup sehat itu langsung dari Allah swt. Nabi saw juga mengajarkan banyak ayat dan doa sebagai obat penyakit-penyakit tertentu. “Inilah yang disebut sebagai pengobatan spiritual. Thibbunnabi. (Obat Nabi),” kuncinya, Ghaffari menyimpulkan, dari adab dan kebiasaannya, terutama dalam soal makanan, Rasulullah saw sebenarnya lebih menekankan pada pencegahan daripada pengobatan. Sebab memang, pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.

Sumber: fajar.co.id

Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Doa Ayat dan Zikir

Warisan Budaya Alamiah

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

Genta Rasa

KUATKAN FIKIR, TINGKATKAN ZIKIR

Sweet Talk

Putting the soft in soft science

Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah...

...perjalanan kembali ke kampung akhirat... hajirikhusyuk.wordpress.com

NUR ADZ DZIKRA

LAA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN MUHAMMAD RASULULLAH SYAHIDUL WADUL. AMIN

FAJAR TIMUR

agar pengetahuan tidak membusuk

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Mutiara Hikmah AhlulBait

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Doa Ayat dan Zikir

Warisan Budaya Alamiah

WordPress.org Apps

WordPress at your fingertips

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

Genta Rasa

KUATKAN FIKIR, TINGKATKAN ZIKIR

Sweet Talk

Putting the soft in soft science

Hai jiwa-jiwa nan tenang kembalilah...

...perjalanan kembali ke kampung akhirat... hajirikhusyuk.wordpress.com

NUR ADZ DZIKRA

LAA ILAHA ILLALLAH MALIKUL HAQQUL MUBIN MUHAMMAD RASULULLAH SYAHIDUL WADUL. AMIN

FAJAR TIMUR

agar pengetahuan tidak membusuk

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Mutiara Hikmah AhlulBait

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: