Berfikir Cerdas & Bijaksana

18/07/2011

Hadis-Hadis Mulia tentang Hikmah

Filed under: Uncategorized — walon pencinta ilmu @ 10:49 am

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib AS berkata: “Hikmah adalah barang hilang orang mukmin. Maka ambilah hikmah walaupun dari orang munafik.”

Apakah terfikir oleh Anda untuk menghilangkan barang yang sangat berharga ? Tentu tidak ! tentunya anda pernah mencari sesuatu yang hilang dengan penuh kesungguhan, dengan harapan Anda menerimakannya kembali. Dengan demikian pula halnya dengan hikmah bagi orang mukmin. Hikmah adalah barang hilang yang sentiasa dicari mukmin dengan penuh kesungguhan, tidak ubahnya dengan seorang ibu yang mencari anaknya yang hilang.

Tidak penting hikmah itu ada di siapa, bagaimana, dan di mana. Yang penting adalah hikmah itu sendiri. Inilah yang dikatakan oleh Imam Ali AS tadi. Hikmah adalah perkara ‘aqli dan manthiqi (rasionaliti), yang terlepas dari siapa dan dari mana datangnya. Bahkan, ada ungkapan yang mengatakan, “Ambillah hikmah walaupun datang dari orang gila.”

Terdapat riwayat yang banyak sekali tentang hikmah, diantaranya:

Sayyidina Ali bin Abi Thalib AS berkata: “Ambillah hikmah dari mana saja. Jika hikmah berada dalam dada orang munafik, dia resah, hingga keluar dan menempati tempatnya yang tepat dalam dada orang mukmin.”

Sayyidina Ali bin Abi Thalib AS berkata: “Hikmah adalah taman orang-orang terhormat dan ilmu adalah tempat wisata orang-orang beradab.”

Imam Ali AS berkata: “Hikmah adalah barang yang hilang bagi orang mukmin. Maka, carilah dia walaupun ada pada orang-orang musyrik, kerana engkau lebih berhak atasnya.”

Imam Ali AS berkata: “Hikmah adalah barang hilang setiap orang mukmin. Maka, ambillah dia walaupun dari mulut orang-orang munafik.”

Imam Ali AS berkata: “Hikmah adalah pohon yang tumbuh dalam hati dan berbuah di lisan.”

Imam Ali AS berkata: “Barangsiapa mengetahui hikmah maka dia tidak sedar untuk menambahnya.”

Rasulullah SAWW bersabda: “Kata-kata hikmah yang didengarkan orang mukmin lebih baik daripada ibadah selama setahun.”

Luqman al-Hakim berwasiat kepada puteranya: “Wahai anakku! Pelajarilah hikmah dan berbanggalah dengannya. Kerana, hikmah menunjukkan seseorang kepada agama, memuliakan seorang hamba atas orang  merdeka, meninggikan orang miskin atas orang kaya, dan mengedepankan yang kecil atas yang besar.”

Imam Ali AS berkata: “Awal hikmah adalah meninggalkan kelazatan, dan akhirnya adalah membenci segala yang fana.”

Imam Ali AS berkata: “Batas hikmah adalah berpaling dari alam fana dan kerinduan kepada alam baka.”

Imam Ali berkata: “Termasuk hikmah ialah: Engkau tidak bertengkar dengan orang yang di atasmu, tidak meremehkan orang selainmu, tidak menerima sesuatu diluar kemampuanmu, lisanmu tidak menyalahi hatimu, dan ucapanmu tidak menyalahi perbuatanmu. engkau tidak menyatakan sesuatu yang tidak engkau ketahui, tidak meninggalkan suatu perkara tatkala ada dan tidak mencari-carinya tatkala tiada.”

Imam Ali AS berkata: “Termasuk hikmah seseorang ialah dia mengetahui dirinya sendiri.”

Imam Ali berkata: “Menjaga agama adalah buah pengetahuan dan pokok ilmiah.”

Imam Ali AS berkata: “Pokok hikmah ialah berpegang kepada kebenaran dan menaati orang yang benar.”

Imam Ali berkata: “Pokok hikmah ialah takut kepada Allah.”

Imam Ja’far ash-Shadiq AS berkata: “Sesungguhnya semulia-mulianya perkataan ialah zikir kepada Allah, dan pokok semua hikmah ialah taat kepada-Nya.”

Imam Ali berkata: “Yang tidak memanfaatkan hikmah ialah akal yang terbelenggu oleh marah dan syahwat.”

Satu hal yang perlu diingat berkenaan dengan mengambil hikmah dari siapa saja ialah bahawa hikmah yang kita ambil tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam, Kerana, jika bertentangan dengan syariat Islam, maka ianya bukan hikmah.

Masalah ini berkaitan dengan pemanfaatan ilmu-ilmu dari dunia barat, dunia timur, dan dunia lainnya, dan juga penemuan-penemuan moden mereka dalam semua bidang. Islam menyerukan kita untuk memanfaatkan ilmu-ilmu dan penemuan-penemuan orang lain, bahkan penemuan-penemuan musuh sekali pun. Namun, satu hal yang mesti diingat, jangan sampai perkataan Imam Ali AS, “Ambillah hikmah dari siapa saja,” menjadi alasan bagi kita untuk memasukkan sesuatu yang bukan Islam kedalam Islam dan mengatakan sebahagian dari Islam. Dengan kata lain, syarat mengambil hikmah dari orang lain ialah bahawa hikmah tersebut dibenarkan oleh Islam dan akal.

Betapa indahnya manusia apabila mencari hikmah, dan betapa kayanya hadis-hadis Rasulullah SAWW dan para sahabat dengan kata-kata hikmah!

About these ads

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog at WordPress.com.

:: BENMASHOOR ::

Berkhidmat untuk para pencari informasi seputar Alawiyin

Berfikir Cerdas & Bijaksana

Kata Kata Hikmah Buat Pedoman Hidup

DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka... berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

jurnal syiah

kompilasi artikel syiah

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: